Ikuti Jadwal Sidang Isbat, Pesantren Ini Lusa Sudah Lebaran
📅 Rabu, 18 Mar 2026, 11:43 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Masyarakat diminta mengikuti sidang isbat yang akan berlangsung Kamis (19/3) siang sampai selesai. Sebelumnya,Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat Islam menunggu hasil keputusan sidang isbat yang digelar oleh pemerintah pada Kamis 19 Maret. Ini diimbau karena adanya potensi perbedaan antara ketetapan pemerintah dan organisasi keagamaan.
“Penentuan awal Syawal tetap menunggu hasil rukyat di lapangan dan keputusan sidang isbat pemerintah,” ujar Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis. Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat di Kantor Kemenag Thamrin, Jakarta Pusat.
Sementara itu, Pondok Pesantren Al Falah Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, memutuskan untuk 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Jumat, 20 Maret 2026. Ini berdasarkan hasil penghitungan lajnah falakiyah Pesantren Al Falah Kediri.
Hal tersebut diumumkan oleh salah satu dewan Mufattisy atau penasehat di Ponpes Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Yai Ma'shum, dalam siaran secara daring.
"Untuk awal Syawal 1447 Hijriah, jatuh Jumat Legi, tanggal 20 Maret 2026 dengan pertimbangan ijtima akhir Ramadhan Kamis Kliwon, 19 Maret 2026, pada 17 WIB dengan tinggi hilal 05 derajat 12 daqiqah," katanya dikutip dalam siaran tersebut, Rabu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengungkapkan keputusan tersebut berdasarkan penghitungan lajnah falakiyah Pesantren Al Falah, Ploso, Kabupaten Kediri.
Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri sebelumnya juga menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah, pada Kamis Pahing, 19 Februari 2026 Masehi dengan pertimbangan ijtima akhir bulan Syaban terjadi pada Selasa Kliwon, 17 Februari 2026, pukul 17.52 WIB dengan tinggi hilal 11 derajat 57 daqiqah.
Salah seorang pengajar di Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri Gus Mahsus mengatakan keputusan tersebut diambil mengacu pada sistem kalender falakiyah yang telah disusun.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Setiap menjelang hari raya, pondok banyak telepon dari masyarakat yang menanyakan pelaksanaan Idul Fitri. Untuk itu dibuatkan kalender sebagai pedoman," katanya.
Namun, pihaknya menegaskan keputusan ini diperuntukkan lebih kepada komunitas sendiri, yang bisa dijadikan pedoman bagi kalangan internal dan alumni pesantren. Keputusan ini juga berbeda dengan keputusan yang diambil oleh Pesantren Lirboyo, Kediri.
Juru bicara Pondok Pesantren Lirboyo Kediri K.H. Abdul Muid Shohib menegaskan bahwa Pesantren Lirboyo tetap konsisten berpegang pada fiqh mu’tabar dalam menentukan awal Ramadhan dan Idul Fitri.
Ia mengungkapkan, prinsip yang digunakan adalah hisab sebagai landasan perhitungan awal dan rukyah sebagai penentu, sebagaimana menjadi acuan pemerintah dalam pelaksanaan sidang isbat.
Ia juga menambahkan, pihaknya juga tidak merasa perlu mengumumkan awal Ramadhan maupun Idul Fitri sebelum keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat ditetapkan.
Gus Muid, sapaan akrabnya menambahkan Pesantren Lirboyo Kediri memandang keputusan isbat pemerintah merupakan panduan yang paling membawa kemaslahatan, khususnya ketika terjadi perbedaan pandangan di tengah umat Islam.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!