Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Stunting Akan Diskrining dari Posyandu, Agar Mudah Mengatasi Sejak Dini

📅 Jumat, 14 Agu 2026, 11:53 WIB | Oleh:
Stunting Akan Diskrining dari Posyandu, Agar Mudah Mengatasi Sejak Dini Doc: ant
Ket. kegiatan di posyandu

NATUNA – Keberadaan Posyandu akan dimaksimalkan fungsinya agar mampu mendeteksi dini bakal stunting. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), memaksimalkan pelayanan posyandu khususnya bidang kesehatan untuk mendeteksi tumbuh kembang dan gangguan pertumbuhan balita sejak dini, sebagai upaya mencegah munculnya kasus stunting baru serta memberikan intervensi kepada yang terindikasi.

Penanggung Jawab Program Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Natuna Abdurrohim di Natuna, Jumat, mengatakan kehadiran balita di posyandu menjadi salah satu faktor penting dalam memperoleh gambaran kondisi perkembangan dan pertumbuhan anak di daerah tersebut.

Dinkes Natuna mencatat pada semester I 2026 sekitar 486 anak mengalami stunting dari jumlah balita yang telah ditimbang masih di bawah 3.800 anak atau sebesar 75,94 persen, sementara total balita yang terdata sekitar 4.929 jiwa.

Cakupan penimbangan dan pengukuran itu, menurut dia, masih kurang karena pemerintah baru bisa memetakan kondisi stunting apabila cakupan mencapai minimal 80 persen dari jumlah balita yang ada.

"Kalau kehadiran di balita pada posyandu rendah, capaian stunting cenderung tinggi. Karena itu upaya kita sekarang memaksimalkan kehadiran balita karena sampai saat ini rata-rata masih di bawah target," kata Abdurrohim.

Pemkab Natuna, kata dia, mulai 1 sampai dengan 31 Agustus 2026 melaksanakan intervensi serentak dengan memaksimalkan RT, kelurahan, desa, hingga kecamatan, untuk mendorong orang tua membawa balita ke posyandu. Tujuannya agar cakupan penimbangan dan pengukuran mencapai 100 persen.

Abdurrohim mengatakan hasil penimbangan itu akan digunakan untuk mengetahui penyebab gangguan perkembangan dan pertumbuhan anak untuk di intervensi pencegahan stunting.

Intervensi yang akan dilakukan antara lain berupa edukasi kepada orang tua mengenai pemberian ASI dan Makanan Pendamping ASI (MPASI), serta pemberian makanan tambahan lokal.

Ia menjelaskan bagi anak dengan berat badan kurang, intervensi dilakukan selama 28 hari. Sementara anak yang berat badannya tidak naik atau masuk kategori Bawah Garis Merah (BGM) mendapatkan intervensi selama 14 hari, sedangkan anak dengan kondisi gizi kurang ditangani selama 56 hari.

Selain balita, Dinkes Natuna juga memberikan makanan tambahan kepada ibu hamil yang mengalami masalah gizi sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan.

"Fokus kita lebih kepada pencegahan agar tidak muncul stunting baru dan jumlah kasus tidak bertambah. Kalau ditemukan gizi buruk, akan kita rujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sejahterakan Petani lewat Percepatan Hilirisasi Pangan
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah dalam mendorong percepatan hilirisasi pangan ...
  • BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO
    Preview komentar:
    Langkah strategis BNI dalam mengintegrasikan lisensi resmi dari ...
  • RAPBN 2027 di Depan Mata, Investor Menanti Jawaban Pemerintah soal Arah Ekonomi Indonesia
    Preview komentar:
    Sejalan dengan kehati-hatian fiskal yang disepakati Banggar DPR ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra2
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival

Petugas BPK Terima Uang dalam Kasus Kereta Api

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Petugas BPK Terima Uang dal...
Megapolitan
Emas Indonesia Diduga Bakal...
Nasional
Uang Sebanyak Rp360 Triliun...

SD dan SMP Demak Akan Menjadi Sekolah Inklusif

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
SD dan SMP Demak Akan Menja...
Megapolitan
Bandar Asing Produksi Etomi...

Kambing dan Domba Lokal Kaltim Akan Jadi Unggulan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kambing dan Domba Lokal Kal...
Rona
Sampah, Teknologi Pemusnah ...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Daftar Event Jakarta 14–17 Agustus 2026, Sambut Semarak HUT ke-81 RI

Daftar Event Jakarta 14–17 Agustus 2026, Sambut Semarak HUT ke-81 RI

14 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.