Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Taiwan Bidik Wisatawan Indonesia di Tengah Perubahan Tren Perjalanan

📅 Jumat, 14 Agu 2026, 21:26 WIB | Oleh:
Taiwan Bidik Wisatawan Indonesia di Tengah Perubahan Tren Perjalanan Doc: Istimewa
Ket. Acara Taiwan Travel Fair.

JAKARTA – Perubahan pola perjalanan wisatawan Indonesia membuka peluang baru bagi Taiwan untuk memperluas pasar pariwisata. Tak hanya mengandalkan Taipei, kuliner, dan destinasi populer, Taiwan mulai menawarkan pengalaman wisata yang lebih beragam, termasuk perjalanan berbasis alam, budaya, aktivitas luar ruang, serta destinasi yang ramah bagi wisatawan Muslim.

Momentum libur akhir tahun dan Tahun Baru menjadi salah satu periode yang diperhitungkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Indonesia. Potensi pasar tersebut cukup besar seiring tingginya mobilitas masyarakat Indonesia ke luar negeri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri sepanjang 2025 mencapai 9,16 juta perjalanan. Angka itu menunjukkan besarnya potensi pasar wisatawan Indonesia yang kini semakin diperhitungkan oleh berbagai destinasi internasional, termasuk Taiwan.

Director of Economic Division Taipei Economic and Trade Office in Indonesia, Frank Lu, mengatakan Taiwan Travel Fair tidak hanya dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperkenalkan produk perjalanan. Menurut dia, interaksi langsung dengan masyarakat Indonesia juga penting untuk membangun pemahaman yang lebih luas mengenai Taiwan sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.

“Taiwan Travel Fair bukan hanya platform untuk mempromosikan produk pariwisata, tetapi juga jembatan penting untuk memperkuat hubungan people-to-people antara Taiwan dan Indonesia,” kata Frank.

Sejalan dengan itu, pendekatan Taiwan terhadap pasar Indonesia mulai diperluas. Selain alam, budaya, dan kuliner, perhatian diberikan pada wisata ramah Muslim, pariwisata berkelanjutan, serta pengalaman lokal yang memungkinkan wisatawan mengenal kehidupan masyarakat dan karakter berbagai daerah di Taiwan.

Aspek ramah Muslim menjadi salah satu yang terus dikembangkan. Ketersediaan makanan halal, akomodasi ramah Muslim, ruang salat, dan fasilitas wudu ditingkatkan untuk memberikan kemudahan bagi wisatawan Muslim selama melakukan perjalanan.

Upaya tersebut turut mendukung posisi Taiwan dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026 yang diterbitkan Mastercard dan CrescentRating. Taiwan berada di peringkat ketiga dunia untuk kategori destinasi non-Organisasi Kerja Sama Islam (OIC), sejajar dengan Inggris.

Frank menilai capaian tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi wisatawan Muslim, termasuk dari Indonesia, dalam memilih Taiwan sebagai destinasi perjalanan.

“Kami berharap wisatawan Indonesia dapat melihat Taiwan sebagai destinasi yang nyaman dan memberikan rasa percaya diri, termasuk bagi wisatawan Muslim,” ujarnya.

Mulai Melirik Destinasi di Luar Taipei

Perubahan preferensi wisatawan Indonesia juga menjadi perhatian Taiwan. Promosi tidak lagi hanya berpusat pada Taipei, tetapi mulai diarahkan ke sejumlah destinasi lain seperti Alishan, Sun Moon Lake, kawasan pemandian air panas, pasar malam, hingga berbagai lokasi yang menawarkan pengalaman budaya lokal.

Director Taiwan Tourism Information Center in Jakarta, Abe Chou, mengatakan pendekatan promosi tahun ini dibuat lebih dekat dengan gaya hidup wisatawan Indonesia. Taiwan Travel Fair di Lippo Mall Puri, Jakarta, misalnya, dikemas dengan berbagai aktivitas interaktif yang menyasar keluarga dan generasi muda.

Selain pertunjukan panggung dan demonstrasi budaya, pengunjung dapat mengikuti aktivitas DIY, kuis wisata, serta melihat berbagai informasi perjalanan langsung dari pelaku industri pariwisata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.