Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pentingnya Orang Tua Jadi Contoh Kurangi Pemakaian Gawai

📅 Jumat, 13 Mar 2026, 10:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pentingnya Orang Tua Jadi Contoh Kurangi Pemakaian Gawai Doc: ANTARA
Ket. Orang tua menemani anak bermain saat menunggu waktu berbuka puasa di Alun-Alun Merdeka Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (19/2/2026).

JAKARTA - Psikolog anak Prof. Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi., Psikolog menekankan pentingnya orang tua memberikan contoh kepada anak dalam mengurangi pemakaian gawai selama di rumah.

Dia mengatakan bahwa aturan pembatasan akses anak ke platform digital tidak bisa berjalan efektif tanpa peran aktif orang tua.

Menurut dia, anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat setiap hari. Jika orang tua meminta anak mengurangi penggunaan ponsel tetapi tetap sibuk dengan gawai selama berada di rumah, maka anak akan menangkap pesan yang bertentangan.

"Orang tua adalah contoh bagi anak. Jangan minta anak tidak banyak menggunakan gadget kalau orang tuanya sendiri tidak bisa lepas dari handphone," ujarnya.

Apabila orang tua terus memegang ponsel selama berada di rumah, termasuk saat  bersama keluarga, ia mengatakan, maka anak juga bisa merasa tidak memiliki akses untuk berbicara atau berinteraksi dengan orang tua.

"Ketika orang tua di rumah tapi waktunya diambil oleh handphone, kapan waktu untuk anak?" kata dia.

Menurut dia, anak-anak yang merasa kesulitan berbicara dan berinteraksi dengan orang tua akan memilih kembali ke dunia mereka melalui gawai.

Prof. Rose mengemukakan bahwa penerapan aturan pembatasan akses anak ke platform digital seperti media sosial dan gim membutuhkan dukungan dari orang tua.

Orang tua perlu mengontrol diri agar bisa menjadi contoh bagi anak dalam membatasi penggunaan gawai serta berupaya menghadirkan alternatif kegiatan menarik untuk membantu anak menyesuaikan diri dengan pembatasan akses ke platform digital.

Prof. Rose mengatakan, pembatasan akses ke perangkat elektronik dan platform digital bisa menimbulkan kebingungan atau perlawanan kalau anak tidak diberi pilihan aktivitas.

Dia menyarankan orang tua aktif mengajak anak melakukan kegiatan bersama, seperti berolahraga atau mengerjakan proyek sederhana bersama, untuk membangun komunikasi sekaligus membantu anak menyesuaikan diri dengan pembatasan.

"Regulasi itu membantu orang tua. Tapi yang membimbing tetap orang tua. Mereka harus kreatif dan konsisten," katanya.

Menurut dia, peran aktif orang tua dalam penerapan aturan pembatasan akses anak ke platform digital akan mencegah anak menggunakan gawai dan platform digital secara berlebihan, yang bisa berdampak buruk terhadap kesehatan fisik dan mentalnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Polres Bekasi Gelar Operasi Kejahatan Jalanan

4 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Polres Bekasi Gelar Operasi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Transjakarta Gelar ajang Lari di Jalur Koridor 13

Transjakarta Gelar ajang Lari di Jalur Koridor 13

06 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.