Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hari Pertama Usai Libur, SPPG Kemayoran Layani 3.298 Porsi MBG

📅 Selasa, 31 Mar 2026, 09:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hari Pertama Usai Libur, SPPG Kemayoran Layani 3.298 Porsi MBG Doc: ANTARA
Ket. Petugas SPPG Kemayoran Harapan Mulia 1, Jakarta Pusat, sedang mengemas masakan untuk Program MBG di hari pertama program prioritas peningkatan gizi nasional tersebut bergulir kembali pascalibur Lebaran 2026 pada Selasa (31/3/2026).

JAKARTA - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemayoran Harapan Mulia 1, Jakarta Pusat, melayani 3.298 porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari ini, Selasa (31/3), pascalibur Lebaran 2026.

Kepala SPPG Kemayoran Harapan Mulia 1 Fakhri Irfan Pribadi menyampaikan, SPPG yang dipimpinnya mengurangi jumlah penerima manfaat setelah sebelumnya melayani sekitar 3.600-an penerima karena di area Kemayoran, sudah banyak SPPG lain yang turut melayani penerima manfaat MBG.

"Kalau untuk persiapan MBG kembali beroperasi, dari pasca-Lebaran atau pasca-bulan Ramadhan, tentunya dari teman-teman relawan pasti senang karena mereka mulai bekerja kembali. Kemudian, untuk persiapan, kita tentu sama seperti yang sebelum-sebelumnya, tentu dengan evaluasi terlebih dahulu sebelum kita beroperasi kembali," kata Fakhri di Jakarta.

Ia menjelaskan, SPPG Kemayoran Harapan Mulia 1 melayani tujuh sekolah, sedangkan untuk posyandu ada satu yang melayani penerima manfaat ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (B3).

"Untuk pendistribusian itu beda-beda jamnya karena kita ada tiga kloter, yang kloter pertama itu jam 07.00 untuk SD, SMP jam 05.30, kemudian untuk yang SMA/SMK itu jam 11.00 sampai jam 12.00. Kalau untuk posyandu, kita karena hanya satu posyandu, itu jam 09.00," ujar dia.

Fakhri mengemukakan, untuk evaluasi terpenting yang dilakukan SPPG yakni terkait kualitas makanan, menu, dan higienitas personal dari para relawan.

"Kemudian keamanan pangan, kemampuan SDM relawan terkait keamanan pangan, edukasi gizi, juga evaluasi terkait pengolahan limbah terus kita lakukan, dan yang terpenting juga itu evaluasi tentang kebersihan lingkungan dan sanitasi," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.