Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mentan Sebut Impor Pakan Nol Persen Berkat Produksi Jagung yang Meningkat

📅 Kamis, 12 Mar 2026, 13:33 WIB | Oleh:
Mentan Sebut Impor Pakan Nol Persen Berkat Produksi Jagung yang Meningkat Doc: antara foto
Ket. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan impor pakan telah turun hingga nol persen seiring meningkatnya produksi jagung nasional, sehingga kebutuhan pakan bagi peternak rakyat kini semakin terpenuhi dari hasil produksi domestik.

"Kita sudah swasembada jagung untuk pakan, impor pakan sekarang nol persen. Ini berita baik bagi kita semua,” kata Amran di Jakarta, Kamis (12/3).

Dia menyampaikan produksi jagung pada 2026 diproyeksikan mencapai 18 juta ton pipilan kering, didukung peningkatan hasil panen 4,18 persen pada kuartal awal 2026.

"Berkat surplus dan stok carry over mencapai 4,5 juta ton dari 2025, pemerintah menghentikan impor jagung di 2026," ujarnya.

Adapun berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 16,16 juta ton, meningkat 1,02 juta ton atau 6,74 persen dibandingkan produksi tahun 2024 yang sebesar 15,14 juta ton.

Pada periode awal 2026, BPS juga mencatat potensi luas panen jagung masih menunjukkan tren positif. Pada periode Januari-Maret 2026 diperkirakan mencapai 0,86 juta hektare, dengan potensi produksi sekitar 4,94 juta ton jagung pipilan kering kadar air 14 persen.

Terkait capaian tersebut, Amran menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri mulai dari tingkat pusat hingga daerah atas dukungan dalam program peningkatan produksi jagung nasional.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Kepolisian Republik Indonesia, Pak Kapolri, Wakapolri, hingga Kapolda dan Kapolres. Produksi kita meningkat satu juta ton dan itu tidak mudah," tuturnya.

Selain itu, dia menyebutkan impor jagung untuk kebutuhan industri pangan juga menunjukkan penurunan signifikan. Jika sebelumnya mencapai sekitar 1,4 juta ton, kini turun menjadi sekitar 800 ribu ton, menandakan semakin kuatnya kemampuan produksi dalam negeri dalam memenuhi kebutuhan nasional.

Menurut Mentan capaian tersebut merupakan hasil kerja sama lintas sektor yang kuat antara pemerintah, aparat, dan petani di lapangan.

“Jangan hanya melihat target luas tanam yang belum sepenuhnya tercapai. Faktanya, impor pakan sudah nol persen. Ini kontribusi dari kerja sama, sinergi, dan kolaborasi dengan kepolisian,” kata Amran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
60 Ribu Calon Mahasiswa Mun...
Nasional
Jaga Daya Saing dan Cegah P...
Megapolitan
Kecelakaan Truk di Simpang ...
Daerah
Pemkot Bandarlampung Instru...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Jerman Catat Rekor Suhu Tertinggi Sepanjang Masa 41°C Saat Eropa Dilanda Gelombang Panas

Jerman Catat Rekor Suhu Tertinggi Sepanjang Masa 41°C Saat Eropa Dilanda Gelombang Panas

29 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.