Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPS Ungkap Kejanggalan Pertumbuhan Ekonomi Bangka Tengah

📅 Kamis, 12 Mar 2026, 22:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPS Ungkap Kejanggalan Pertumbuhan Ekonomi Bangka Tengah Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi - Bukit Pinteir di Kabupaten Bangk Tengah, Bangka Belitung.

KOBA – Pertumbuhan ekonomi dinilai mengalami anomali ketika indikator makro menunjukkan ekspansi, namun tidak sepenuhnya tercermin pada peningkatan kesejahteraan masyarakat maupun aktivitas sektor riil.

Kondisi ini mengindikasikan adanya ketimpangan distribusi manfaat pertumbuhan, di mana perbaikan angka ekonomi belum diikuti penguatan daya beli, penciptaan lapangan kerja, atau peningkatan produktivitas secara merata.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat adanya anomali dalam perkembangan ekonomi daerah setempat.

"Ada anomali, di mana pertumbuhan ekonomi meningkat namun tidak diikuti dengan penurunan angka kemiskinan dan pengangguran," kata Kepala BPS Bangka Tengah I Ketut Mertayasa di Koba, Kamis (12/3).

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi pada dasarnya merupakan akumulasi dari kegiatan di setiap sektor ekonomi, seperti pertambangan, penggalian, pertanian, industri, transportasi hingga perdagangan.

“Pertumbuhan ekonomi itu berasal dari seluruh kegiatan ekonomi yang menghasilkan nilai tambah. Di dalamnya tentu membutuhkan tenaga kerja untuk menggerakkan aktivitas tersebut,” kata Ketut.

Ia menjelaskan, secara angka pertumbuhan ekonomi di Bangka Tengah menunjukkan capaian positif.

Bahkan, pada 2025 pertumbuhan ekonomi daerah tersebut mencapai 6,6 persen, melampaui target yang sebelumnya ditetapkan sebesar 4,4 persen.

Namun demikian, capaian tersebut belum sejalan dengan kondisi sosial masyarakat.

Menurut Ketut, angka kemiskinan di Bangka Tengah justru mengalami peningkatan dan saat ini tercatat sebesar 6,70 persen, lebih tinggi dibandingkan target 2025 yang dipatok sebesar 4,83 persen.

Selain itu, tingkat pengangguran juga masih tergolong tinggi karena penyerapan tenaga kerja belum mampu mengikuti laju kebutuhan hidup masyarakat.

Ia menjelaskan, perbedaan indikator antara pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kondisi tersebut.

“Ekonomi dihitung dari aktivitas usaha yang dilakukan masyarakat dan sektor-sektor produksi, sementara kemiskinan dihitung dari kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ujarnya.

Ketut menegaskan pihaknya siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk merancang pembangunan yang lebih tepat sasaran dengan berbasis data statistik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Panglima TNI Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi Informasi yang Belum Terverifikasi.
    Preview komentar:
    Dahlah paling bener emg kudu dihimbau sih masyarakat ...
    Haturnuhun pak Agus, sim Kuring setuju Jeung bapak.
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Luar Negeri
Iran Ajukan Beberapa Syarat...

Kasus TPPO Disosialisasikan kepada Warga

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kasus TPPO Disosialisasikan...

Pengolah Limbah Sampah Organik Dibangun di Rorotan

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pengolah Limbah Sampah Orga...

Cadangan Minyakita Wilayah Sumut Mencapai 21,5 Juta Liter

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Cadangan Minyakita Wilayah ...

Makam Sutrimo Hari Ini Dibongkar Polda Metro Jaya

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Makam Sutrimo Hari Ini Dibo...

Gauff Melaju Tanpa Mengeluarkan Keringat

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gauff Melaju Tanpa Mengelua...

Kabut Asap Dampak Kebakaran Belum Ganggu Bandara Singkawang

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kabut Asap Dampak Kebakaran...
Nasional
Perlu Segera Menghitung Ket...

Sepanjang Juni Lalu Ekonomi Bali Tumbuh Lumayan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Sepanjang Juni Lalu Ekonomi...
Daerah
Perum Bulog Singkawang Sera...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Harga Cabai Rawit Rp61.350/Kg, Telur Ayam Rp29.450/Kg

Harga Cabai Rawit Rp61.350/Kg, Telur Ayam Rp29.450/Kg

12 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.