Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Kaltim Berpotensi Karhutla Seiring Hasil Deteksi 151 Titik Panas

📅 Minggu, 26 Apr 2026, 14:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG: Kaltim Berpotensi Karhutla Seiring Hasil Deteksi 151 Titik Panas Doc: ANTARA
Ket. ustrasi- Doc- : Seorang Babinsa sedang persiapan melakukan pemadaman karhutla di Petung, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

BALIKPAPAN – Sejumlah kawasan di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring hasil deteksi sebanyak 151 titik panas, sehingga semua pihak diimbau waspada dan tidak melakukan pembakaran karena cuaca sedang panas.

"Untuk itu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mengingatkan semua pihak tentang potensi karhutla ini," ujar Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani, di Balikpapan, Minggu (26/4).

Cuaca di langit Kaltim dalam beberapa pekan terakhir memang panas, kata dia, sehingga kondisi ini kemudian memicu munculnya banyak titik panas, seperti pada Sabtu (25/4) terdeteksi 151 titik panas yang tersebar di enam kabupaten/kota, degan rincian Kota Balikpapan (1), Kabupaten Paser (13),  Kutai Barat (10), Kutai Timur (82), Kutai Kartanegara (37), dan Kabupaten Berau (8).

Peringatan ini, lanjutnya, disampaikan antara lain kepada warga agar tidak membakar sampah sembarangan karena bisa menyebabkan api merambat ke lokasi lain, serta tidak membuang puntung rokok yang masih membara agar tidak mengenai daun kering di hutan maupun di lahan perkebunan.

Sedangkan bagi unsur pemerintah, terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), diimbau melakukan pengecekan terhadap titik panas yang sudah dideteksi oleh BMKG tersebut.

"Tim dari BPBD bersama unsur terkait saat datang ke lokas, biasanya akan memastikan apakah titik panas ini rawan menyebabkan karhutla atau tidak. Jika rawan atau mungkin sedang terjadi karhutla, maka mereka langsung melakukan penanganan," kata Carolina.

Unsur pemda lainnya, seperti Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, dan Dinas Pemadaman Kebakaran, diharapkan memberikan imbauan kepada petani dan pekebun agar melakukan antisipasi pencegahan karhutla.

Terlebih semua titik panas yang terdeteksi memiliki tingkat kepercayaan sedang dan tinggi, seperti di Kabupaten Berau yang terdeteksi delapan titik memiliki tingkat kepercayaan 8 dan 9 atau tinggi, titik panas ini tersebar di Kelay, Pulau Derawan, Sambaliung, Segah, Tabalar, dan Talisayan.

Pada Jumat (23/4) pihaknya juga mendeteksi 83 titik panas yang tersebar di lima kabupaten/kota, yakni Kota Bontang (1), Kabupaten Paser (9), Kutai Barat (4), Kutai Timur (48), Kutai Kartanegara (20), dan Berau (3).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.