Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mahasiswa UBBG Kembangkan Kebun Sayur di Persawahan Terdampak Bencana

📅 Selasa, 10 Mar 2026, 04:05 WIB | Oleh:
Mahasiswa UBBG Kembangkan Kebun Sayur di Persawahan Terdampak Bencana Doc: ANTARA/HO-Dok UBBG
Ket. Mahasiswa UBBG mengembangkan kebun mini di areal persawahan terdampak bencana di Pidie, Aceh, Senin (9/3).

BANDA ACEH -- Mahasiswa Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG) Banda Aceh mengembangkan kebun sayur untuk masyarakat di areal persawahan terdampak bencana di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh.

Rektor UBBG, Prof Lili Kasmini di Banda Aceh, Senin, mengatakan pengembangan kebun sayur mini tersebut dilakukan di Gampong Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie.

"Pengembangan kebun sayur ini merupakan sinergisitas dosen dan mahasiswa melalui Program Mahasiswa Berdampak. Pengembangan kebun sayur ini merupakan upaya civitas akademika UBBG dalam mendukung pemulihan pasca-bencana," katanya.

Program Mahasiswa Berdampak di wilayah bencana tersebut berlangsung sejak 3 Februari hingga Maret 2026. Kebun yang sebelumnya areal sawah terdampak banjir, kini mulai hijau kembali dengan tanaman sayur.

Ketua Program Mahasiswa Berdampak, Ns Neila Fauzia mengatakan pengembangan kebun dilakukan di areal persawahan yang sebelumnya terdampak banjir akhir November 2025.

"Sayuran yang ditanam menunjukkan pertumbuhan positif dan ditargetkan dapat dipanen sebelum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Sayuran yang ditanam, seperti kangkung dan bayam, karena memiliki siklus tanam singkat, yakni sekitar 25-30 hari," katanya.

Sebelumnya, banjir menyebabkan endapan lumpur tebal di area persawahan tersebut, sehingga lahan belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk musim tanam padi.

"Kondisi tersebut berdampak pada terhentinya produksi pangan dan meningkatnya kekhawatiran masyarakat pada bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri, sehingga areal persawahan dikembangkan menjadi kebun sayur," kata Neila Fauzia.

Ia mengatakan melalui pemetaan lahan dan koordinasi bersama aparatur desa setempat, tim mahasiswa mengidentifikasi sawah yang memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai lahan tanam sementara.

Menurut dia, pemanfaatan areal persawahan terdampak bencana merupakan langkah strategis agar masyarakat tetap produktif selama proses pemulihan lahan pertanian utama.

Penanaman dilakukan secara gotong royong dengan pendampingan teknis dari mahasiswa, mulai dari pengolahan tanah, pemupukan organik, hingga pemantauan pertumbuhan tanaman.

"Saat ini, sebagian tanaman telah memasuki fase vegetatif awal dan tumbuh merata di lahan yang telah dibersihkan," kata Neila Fauzia.

Ia menyebutkan program tersebut terlaksana berkat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat serta Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema hibah.

"Kami mengapresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) atas dukungan dan pendanaan melalui Program Mahasiswa Berdampak," kata Neila Fauzia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.