Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

MBG hingga Maret Telah Jangkau 61,2 Juta Penerima

📅 Kamis, 05 Mar 2026, 03:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
MBG hingga Maret Telah Jangkau 61,2 Juta Penerima Doc: Antara
Ket. Kepala Staf Kepresidenan M. Qodari menyampaikan keterangan dalam konferensi pers di Gedung KSP, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan M. Qodari menyampaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), per awal Maret 2026 telah menjangkau 61.239.037 penerima manfaat yang terdiri atas anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Qodari menjelaskan operasional program didukung oleh 24.443 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah.

“Untuk memastikan standar layanan tetap terjaga, sebanyak 32.869 petugas pengawas lapangan diterjunkan guna mengawal operasional agar berjalan sesuai ketentuan,” katanya dalam konferensi pers di Gedung KSP, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3).

Dari total unit yang ada, kata Qodari, 8.700 SPPG telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sebagai bagian dari penguatan aspek keamanan pangan.

Ia menyatakan pemerintah menargetkan 82,9 juta penerima manfaat pada 2026. Sejalan dengan itu, jumlah SPPG akan ditingkatkan menjadi 32.000 unit guna memperluas cakupan layanan dan mempercepat pemerataan akses gizi di seluruh wilayah.

Qodari menekankan MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi, tetapi juga dirancang untuk menggerakkan ekonomi lokal.

“Program ini melibatkan 94.056 pemasok, termasuk 38.938 pelaku UMKM, dengan sekitar 70 persen belanja bahan pangan berasal dari produk lokal,” katanya.

Skema tersebut dinilai mampu menciptakan perputaran ekonomi di desa sekaligus memperkuat rantai pasok pangan nasional.

Penguatan Standar

Terpisah, Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz mendorong penguatan standar pelaksanaan program MBG selama bulan suci Ramadan agar kualitas asupan siswa tetap terjaga.

“Jangan sampai program ini justru menimbulkan keluhan dan kekecewaan di masyarakat. Ramadan bukan alasan untuk menurunkan kualitas. Justru harus menjadi momentum meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan gizi anak,” ujar Neng Eem dikutip di Jakarta, Rabu.

Dorongan itu disampaikan menyusul adanya laporan dari sejumlah daerah terkait variasi dan komposisi menu MBG yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan standar gizi seimbang.

Neng Eem menegaskan bahwa Ramadan semestinya menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan gizi anak, termasuk bagi siswa yang menjalankan ibadah puasa.

Sejumlah laporan muncul dari berbagai daerah, antara lain Kabupaten Kudus dan Lumajang. Di Kudus, orang tua siswa mengeluhkan paket MBG yang berisi kacang goreng, roti abon, susu kotak kecil, telur rebus, dan sebutir jeruk. Sementara di Lumajang, siswa dilaporkan menerima susu 125 ml, telur asin, dan jeruk yang masih mentah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Ekonomi
OJK Ungkap Strategi Jaga St...

Bersejarah, Aldila Sutjiadi Jadi Petenis Indonesia Pertama Juarai DC Open

Bersejarah, Aldila Sutjiadi Jadi Petenis Indonesia Pertama Juarai DC Open

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.