Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Berdarah, Saham RI Anjlok 4,5 Persen Akibat Perang Timur Tengah dan Fitch Ratings

📅 Rabu, 04 Mar 2026, 16:58 WIB | Oleh:
IHSG Berdarah, Saham RI Anjlok 4,5 Persen Akibat Perang Timur Tengah dan Fitch Ratings Doc: ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Ket. Pengunjung memotret layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1).

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup merosot tajam pada perdagangan Rabu (4/3).

Sentimen "badai sempurna" yang mengombinasikan eskalasi konflik di Timur Tengah dengan keputusan Fitch Ratings merevisi outlook kredit Indonesia menjadi negatif, memicu aksi jual masif oleh investor asing.

IHSG ditutup melemah 362,70 poin atau 4,57 persen ke posisi 7.577,06. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 33,14 poin atau 4,11 persen ke posisi 772,44, seiring kekhawatiran global terhadap pasokan energi dunia dan stabilitas fiskal domestik yang mulai goyah.

“Kombinasi eskalasi geopolitik Timur Tengah dan pemangkasan outlook kredit Indonesia oleh Fitch Ratings menjadi negatif," ujar Head of Research PT Korea Investment And Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Lembaga pemeringkat global Fitch Ratings merevisi outlook atau prospek peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun tetap mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB atau layak investasi (investment grade).

Fitch menilai sentralisasi pengambilan kebijakan yang semakin kuat berpotensi mempengaruhi prospek fiskal jangka menengah, sentimen investor, serta ketahanan eksternal Indonesia.

"Asing capital outflow. Pendorong utamanya adalah sentimen risk-off global dan hilangnya kepercayaan pada stabilitas fiskal domestik," ujar Wafi.

Merespons revisi outlook kredit oleh Fitch Ratings, Wafi menilai pemangkasan tersebut memperparah sentimen negatif pasca peringatan S&P Global Ratings kepada Indonesia.

"Dampaknya adalah lonjakan biaya dana negara, pelemahan nilai tukar rupiah, dan aksi jual agresif investor asing pada sektor perbankan big caps," ujar Wafi.

Di sisi lain, bursa saham kawasan Asia kompak anjlok seiring kekhawatiran terjadinya gangguan pada rantai pasok global, utamanya terkait dengan minyak imbas dari penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

Lonjakan harga minyak berpotensi mendorong inflasi global, yang pada akhirnya memaksa bank sentral dunia untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat secara lebih lama.

Dalam situasi saat ini, para investor mengalihkan dana ke aset safe haven, seperti emas hingga dolar AS, sehingga meninggalkan pasar saham emerging markets.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor terkoreksi dimana sektor barang baku turun paling dalam sebesar 7,39 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor barang konsumen non primer yang masing-masing turun 7,08 persen dan 6,35 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (3)

SHOPEE SPINJAM
SHOPEE SPINJAM
29 Mar 2026, 22:50 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
SHOPEE SPINJAM
SHOPEE SPINJAM
29 Mar 2026, 22:51 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
SHOPEE SPINJAM
SHOPEE SPINJAM
29 Mar 2026, 22:53 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.