Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ESDM Klaim B50 Aman Setelah Uji 1.000 Jam, Keluhan Pengguna Masih Jadi Sorotan

📅 Rabu, 09 Sep 2026, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
ESDM Klaim B50 Aman Setelah Uji 1.000 Jam, Keluhan Pengguna Masih Jadi Sorotan Doc: Antara
Ket. Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi (tengah) bersama Sekretaris Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Harris (kiri) dan Dirut Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra (kanan) menyampaikan paparan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR di Senayan, Jakarta, Selasa (8/9).

Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahan bakar nabati campuran 50 persen atau B50 telah melewati serangkaian pengujian, termasuk uji operasional di sektor pertambangan selama 1.000 jam. Namun, di tengah klaim keamanan tersebut, sejumlah laporan mengenai kendala penggunaan B50 masih menjadi perhatian.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan pengujian B50 di sektor pertambangan dilakukan selama sekitar enam bulan pada tiga perusahaan berbeda.

“Uji tambang juga kita lakukan 1.000 jam. Dari durasi durability ketahanan itu sampai dengan 1.000 jam,” kata Eniya di Jakarta, Selasa (8/9).

Menurut Eniya, selama pengujian tersebut tidak ditemukan kendala berarti. Bahkan, filter mesin yang biasanya perlu diganti setelah 250 jam disebut mampu bertahan hingga 500 jam.

“Ini sudah melewati batas uji yang diperlukan. Jadi kami pastikan bahwa di tambang pun aman. Dan ini yang dibuktikan sendiri oleh pengusaha tambang di tiga lokasi,” ujarnya.

Pengujian juga dilakukan terhadap kendaraan bermotor hingga jarak 50.000 kilometer. Eniya mengatakan sejumlah kendaraan dengan spesifikasi yang lebih lama bahkan mampu menempuh 37.000 kilometer sebelum filter diganti, sementara dalam kondisi normal filter biasanya diganti setiap 10.000 kilometer.

“Pengujiannya sampai 50 ribu kilometer. Ini membuktikan bahwa memang bahan kami untuk B50 itu bagus,” katanya.

Meski demikian, ESDM belum menutup ruang pengujian lebih panjang. Kementerian memberikan kesempatan kepada Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan organisasi terkait untuk melanjutkan pengujian hingga 100.000 kilometer.

“Ini sedang berlangsung. Jadi kami juga akan meminta hasilnya bisa dikomunikasikan bersama, sehingga kita bisa akses data tersebut,” kata Eniya.

Langkah tersebut menjadi penting karena penerapan B50 secara luas tidak hanya menyangkut hasil pengujian laboratorium atau uji terbatas, tetapi juga pengalaman pengguna dalam kondisi operasional sehari-hari.

Kualitas B50

Dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI, sejumlah anggota dewan menyoroti kualitas B50 setelah menerima laporan dari pengguna mengenai berbagai kendala. Salah satunya adalah filter bahan bakar yang disebut harus diganti lebih cepat dari jadwal, serta kebutuhan penambahan zat aditif untuk menjaga performa mesin.

Dengan demikian, klaim bahwa B50 aman masih perlu dilihat bersama dengan hasil pengujian yang lebih panjang dan data penggunaan di lapangan. Transparansi hasil pengujian hingga 100.000 kilometer akan menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan bahwa penerapan mandatori B50 tidak hanya aman secara teknis, tetapi juga tidak menambah beban biaya perawatan bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

35 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.