Langit UEA Kembali Dibuka, Penerbangan Terbatas Mulai Beroperasi
📅 Selasa, 03 Mar 2026, 21:01 WIB | Oleh: Deri HenriawanPenerbangan Repatriasi
Sementara itu, Etihad Airways menyampaikan bahwa sejumlah penerbangan repatriasi dan kargo kemungkinan dioperasikan berkoordinasi dengan otoritas UEA. Namun penerbangan reguler terjadwal masih ditangguhkan akibat konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Salah satu penerbangan yang dilaporkan berhasil diberangkatkan adalah Etihad EY216 yang lepas landas dari Abu Dhabi pada pukul 15.42 waktu setempat dan mendarat di New Delhi pukul 20.31 waktu setempat India. Penerbangan ini membawa penumpang yang sebelumnya terdampak gangguan perjalanan.
Pergerakan ini menandai mulai pulihnya aktivitas penerbangan di Uni Emirat Arab setelah beberapa hari terganggu akibat eskalasi ketegangan antara Israel dan Iran. Meski demikian, otoritas menegaskan bahwa operasional masih bersifat terbatas dan situasi dapat berubah sesuai perkembangan keamanan regional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Duta Besar RI untuk UEA Judha Nugraha mengimbau WNI yang terdampak ketegangan di Timur Tengah dan masih tertahan di UEA untuk terus berkoordinasi dengan KBRI Abu Dhabi atau KJRI Dubai serta secara berkala memeriksa pembaruan jadwal penerbangan kepada masing-masing maskapai sebelum berangkat ke bandara, guna menghindari kepadatan dan kebingungan di terminal.
“Otoritas sudah menegaskan bahwa kepatuhan terhadap instruksi yang dikeluarkan sangat penting untuk mendukung kelancaran prosedur dan ketertiban operasional,” katanya.
GCAA sebelumnya mengumumkan penutupan sementara wilayah udara sebagai langkah mitigasi keamanan sejak 28 Februari 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejumlah negara di kawasan Timur Tengah lainnya termasuk Irak, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Suriah juga dilaporkan menutup wilayah udaranya.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah dipicu oleh serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Teheran dan kota-kota lainnya di Iran pada Sabtu (28/2) pagi waktu setempat.
Akibat serangan itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei syahid beserta beberapa anggota keluarganya, komandan militer senior, dan warga sipil.
Iran kemudian merespons dengan beberapa gelombang serangan rudal dan drone yang menyasar Israel dan pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah. Ant/Xinhua
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!