Mimpi Jakarta Tanpa Macet: Suara Hati Pramono Anung untuk Depok, Bogor, dan Bekasi
📅 Kamis, 26 Feb 2026, 17:40 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri
JAKARTA - Satu tahun masa kepemimpinannya di Jakarta, Gubernur Pramono Anung Wibowo menempatkan isu kemacetan sebagai prioritas utama yang harus segera dituntaskan.
DKI Jakarta dikenal sebagai kota yang padat dan memiliki lalu lintas yang semrawut. Kemacetan, seperti makanan sehari-hari bagi warganya.
Melalui serangkaian kebijakan agresif, mulai dari perluasan rute Transjabodetabek hingga penggratisan layanan bagi 15 golongan masyarakat, integrasi transportasi publik kini mulai menunjukkan hasil signifikan.
Meskipun demikian, Pramono menyadari bahwa mengatasi kemacetan bukan dengan sebatas itu. Berdasarkan data statistik, Pramono menjelaskan bahwa penduduk Jakarta, saat ini berjumlah 11 juta orang.
Akan tetapi pada pagi hari sekitar 4,5 hingga 5 juta orang datang ke Jakarta untuk bekerja. Kemudian, mereka akan kembali ke kediaman masing-masing yang ada di daerah penyangga pada sore hari.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagi Pramono, mengatasi persoalan kemacetan tak bisa diatasi Jakarta sendirian. Perlu adanya kerja sama dengan daerah-daerah penyangga, seperti Depok, Bekasi, Bogor, dan Tangerang.
Akhirnya, Pramono memperluas jangkauan Transjakarta yang sudah dikenal cukup nyaman untuk masyarakat. Pramono menamainya dengan sebutan Transjabodetabek.
Rute perdana Transjabodetabek adalah Alam Sutera - Blok M pertama kali diresmikan pada April 2025. Kini Transjabodetabek sudah memiliki beberapa rute, seperti Vida Bekasi-Cawang Sentral, Sawangan-Lebak Bulus via Tol Desari, PIK 2-Blok M, Bogor-Blok M, Summarecon Bekasi-Cawang, Bekasi Timur Cawang, Depok-Cawang Sentral via Cibubur, UI-Lebak Bulus, Serpong-Jelambar, dan Cawang-Cikarang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bahkan, tak lama lagi, Pramono akan meluncurkan trayek Blok M-Bandara Soekarno Hatta. Ia meyakini, trayek yang satu ini juga mampu menekan kemacetan.
Sebab masyarakat pasti akan menikmati fasilitas menggunakan Transjabodetabek ke Bandara Soekarno Hatta, hanya dengan tarif Rp3.500.
Untuk menunjang kenyamanan masyarakat, Pramono pun membangun halte-halte TransJakarta dengan baik. Bahkan, beberapa halte sengaja dibuat estetik untuk semakin menarik minat masyarakat beralih menggunakan moda transportasi umum.
Pramono juga berharap agar halte-halte Transjabodetabek bisa dibuat sama nyamannya dengan yang ada di Jakarta. Untuk itu, ia meminta agar pemimpin wilayah setempat bisa melakukan hal itu.
Sebab, Pramono mengaku tak sanggup menggendong semua tanggung jawab itu sendirian. Pramono mengatakan, armada hingga harga subsidi tiket sudah sepenuhnya ditanggung oleh Jakarta.
Pramono juga memiliki cara lain menarik minat masyarakat untuk beralih dari menggunakan kendaraan pribadi menjadi menggunakan transportasi umum. Pramono menggratiskan transportasi umum untuk 15 golongan khusus.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!