Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Diminta Perkuat Kewaspadaan Akan Hantavirus dengan Sistem Terpadu

📅 Selasa, 12 Mei 2026, 03:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Diminta Perkuat Kewaspadaan Akan Hantavirus dengan Sistem Terpadu Doc: Antara
Ket. Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto.

JAKARTA – Pemerintah diminta untuk memperkuat kewaspadaan dini terhadap hantavirus melalui pendekatan sistem kesehatan terpadu (one health system).

“Pencegahan hantavirus tidak cukup hanya mengandalkan layanan rumah sakit. Ini menyangkut lingkungan hidup sehari-hari masyarakat,” kata Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (11/5).

Legislator bidang kesehatan itu menilai, ada sejumlah langkah penting yang harus segera diperkuat.

Pertama, memperluas pengintaian penyakit demam akut yang belum terdiagnosis agar kasus hantavirus tidak luput dari pemantauan. Kedua, meningkatkan kapasitas diagnosis laboratorium, termasuk pemeriksaan PCR dan serologi di rumah sakit rujukan.

Ketiga, memperkuat pengendalian hewan pengerat (rodentia) dan sanitasi lingkungan berbasis masyarakat. Menurutnya, pengelolaan sampah, kebersihan permukiman, dan pengendalian populasi tikus harus menjadi bagian penting dalam kebijakan kesehatan publik.

Dia menjelaskan hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia (zoonosis), terutama melalui tikus. Penularan dapat terjadi ketika seseorang menghirup udara yang terkontaminasi partikel urine, feses, atau air liur tikus.

“Masih banyak masyarakat yang membersihkan gudang, rumah kosong, atau area yang penuh kotoran tikus tanpa perlindungan dapat menjadi jalur penularan. Ini yang harus diedukasi secara serius,” kata dia.

Maka dari itu, Edy meminta edukasi publik diperluas agar masyarakat memahami cara mencegah penularan.

Dia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, mengingat ancaman zoonosis seperti hantavirus ini berkaitan erat dengan perubahan lingkungan, urbanisasi, hingga perubahan iklim.

“Kita tidak boleh menunggu sampai terjadi lonjakan kasus besar baru kemudian bergerak. Pencegahan jauh lebih murah dan jauh lebih penting dibandingkan penanganan ketika situasi sudah memburuk,” kata dia.

Menurut dia, hantavirus cenderung luput dari perhatian karena tidak selalu menimbulkan pandemi. Padahal, ada jenis hantavirus memiliki tingkat kematian cukup tinggi, yakni Andes virus yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan berat.

“Justru karena sifatnya silent threat (ancaman tersembunyi), kita tidak boleh lengah. Dunia sudah belajar dari pandemi bahwa ancaman kesehatan sering datang dari hal-hal yang awalnya dianggap kecil,” ujar Edy berpesan.

Kapal Pesiar

Kasus terbaru hantavirus menjadi sorotan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memantau wabah di kapal pesiar berbendera Belanda, MV Hondius, yang berlayar dari Argentina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.