Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

MPR Sebut Budaya dan Identitas Tau Samawa Bagian Kekayaan Nasional

📅 Minggu, 02 Agu 2026, 05:38 WIB | Oleh:
MPR Sebut Budaya dan Identitas Tau Samawa Bagian Kekayaan Nasional Doc: antara foot
Ket. Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI, Johan Rosihan di Mataram.

MATARAM - Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI, Johan Rosihan, menyatakan bahwa identitas budaya Tau Samawa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kekayaan kebudayaan nasional.

"MPR RI memandang kebudayaan sebagai bagian penting dari penguatan karakter bangsa," ujarnya dalam keterangan tertulis diterima di Mataram, Sabtu (1/8).

Pernyataan ini disampaikan Johan Rosihan dalam sarasehan kebudayaan bertema "Budaya dan Identitas Tau Samawa". Kata "tau" berasal dari bahasa Sumbawa yang berarti orang atau manusia, sedangkan "samawa" adalah sebutan atau nama lain dari daerah Sumbawa di Nusa Tenggara Barat (NTB). Sarasehan ini diikuti oleh 150 peserta berasal tokoh masyarakat, akademisi, budayawan, mahasiswa, serta pegiat budaya.

Ia menilai ruang-ruang dialog seperti sarasehan kebudayaan perlu terus dihadirkan sehingga nilai-nilai lokal dapat didokumentasikan, dikaji secara ilmiah, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Keberagaman budaya merupakan kekuatan bangsa Indonesia. MPR RI berkepentingan agar nilai-nilai lokal seperti yang dimiliki masyarakat Tau Samawa terus hidup dan menjadi bagian dari pembangunan karakter kebangsaan," kata Anggota DPR RI dari Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa ini.

Akademisi Rusli Cahyadi, mengatakan identitas Tau Samawa bukanlah identitas yang bersifat statis ataupun semata-mata diwariskan karena kelahiran. Mengacu pada penelitian antropolog Peter R. Goethals mengenai Desa Rarak di Sumbawa.

"Identitas dipahami sebagai proses sosial yang terus dibangun melalui keterlibatan seseorang dalam kehidupan masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, penelitian Goethals menemukan sedikitnya dua belas indikator yang menunjukkan seseorang benar-benar menjadi bagian dari komunitas, mulai dari hubungan kekerabatan, kepemilikan tanah, keterlibatan dalam pertanian, aktivitas keagamaan, hingga partisipasi dalam kewajiban sosial seperti ronda, pembayaran pajak, dan keterlibatan dalam kehidupan adat.

"Keseluruhan unsur tersebut menunjukkan bahwa identitas budaya lahir dari praktik hidup sehari-hari, bukan sekadar status administratif," tegas Rusli.

Rusli juga mengangkat konsep lokal "Satama Djiwa dalam Karang. Nyenan," yakni ungkapan yang menggambarkan seseorang telah "memasukkan jiwanya" ke dalam komunitas.

"Konsep ini menunjukkan bahwa penerimaan sebagai bagian dari masyarakat diperoleh melalui pengabdian, keterlibatan, dan pengakuan sosial, sehingga identitas budaya merupakan sesuatu yang terus dinegosiasikan dalam kehidupan bersama," katanya.

Sementara, Seniman Sumbawa Iqbal Sanggo menekankan bahwa kebudayaan Tau Samawa tidak boleh dipandang hanya sebagai peninggalan masa lalu, melainkan sebagai sumber inspirasi untuk membangun masa depan.

Menurutnya, nilai gotong royong, penghormatan terhadap adat, religiusitas, dan solidaritas sosial merupakan modal budaya yang harus diwariskan kepada generasi muda agar tetap relevan menghadapi tantangan globalisasi.

Iqbal mengingatkan bahwa modernisasi bukan alasan untuk meninggalkan identitas lokal. Sebaliknya, masyarakat perlu menjadikan kebudayaan sebagai fondasi dalam membangun karakter sekaligus memperkuat daya saing daerah di tengah perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Aldila Sutjiadi Juara Ganda...

Produktivitas pertanian di Provinsi Bali

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Produktivitas pertanian di ...
Megapolitan
Konferensi pers hasil Opera...

Pertunjukan tari teater Orfeus

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pertunjukan tari teater Orfeus

Pameran seni Lagu Lalu Lalu

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pameran seni Lagu Lalu Lalu

Pesta Rakyat Masyarakat Adat Kampung Yobeh

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pesta Rakyat Masyarakat Ada...
Nasional
Unjuk keterampilan siswa Se...
Ekonomi
Sawah terdampak kekeringan ...

Viral! 60 Ribu Migran Maroko Nekat Masuk Spanyol, Puluhan Tewas di Perbatasan

Viral! 60 Ribu Migran Maroko Nekat Masuk Spanyol, Puluhan Tewas di Perbatasan

01 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.