Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jakarta Ingin Lebih Terbuka, DKI Minta Pengelola Mal dan Kantor Lepas Pagar

📅 Jumat, 31 Jul 2026, 20:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jakarta Ingin Lebih Terbuka, DKI Minta Pengelola Mal dan Kantor Lepas Pagar Doc: ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
Ket. Pusat perbelanjaan Kota Kasablanka (Kokas) memasang pagar dekat pintu masuk utama mobil dari Jalan Raya Casablanca, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

JAKARTA – Jaminan bahwa sebuah kota aman bagi pelaku bisnis merupakan faktor penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan berdaya saing.

Kepastian keamanan tidak hanya mengurangi risiko operasional, tetapi juga meningkatkan kepercayaan investor, mendorong ekspansi usaha, dan menciptakan lapangan kerja baru.

Karena itu, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan pelaku usaha menjadi kunci untuk menjaga stabilitas sehingga aktivitas ekonomi dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan kondisi ibu kota aman sehingga meminta pengelola mal dan perkantoran agar segera melepas pagar yang baru terpasang karena tidak perlu merasa khawatir berlebih.

"Berkaitan dengan pemasangan pagar, saya juga mengamati. Mungkin bagian dari kekhawatiran, tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali," kata Gubernur DKI Pramono Anung di Blok M Hub Jakarta, Jumat (31/7).

Pramono menyoroti peristiwa tersebut dan mengingatkannya pada unjuk rasa serta kerusuhan pada Agustus 2025.

Dia mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan TNI, Polri maupun aparat penegak hukum lainnya untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Jakarta.

"Mudah-mudahan Jakarta selalu aman, nyaman, dan membuat kegembiraan bagi siapa pun yang ada untuk menikmati Jakarta seperti hari ini kita semua menikmati Blok M," ucapnya.

Sementara, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyatakan pemasangan pagar di pusat perbelanjaan termasuk di wilayah Jakarta sebagai upaya menciptakan ketertiban umum.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan pemasangan pagar bukan hal baru dan banyak pusat perbelanjaan yang sejak dibangun telah dilengkapi dengan pagar.

Oleh karena itu, ia menegaskan pemasangan pagar juga dimaksudkan sebagai pembatas antara area pusat perbelanjaan dan ranah publik, termasuk sebagai lokasi penyampaian pendapat di muka umum.

Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat pagar yang baru terpasang sepanjang 100 meter dengan tinggi 2,5 meter membentang di depan pusat perbelanjaan Kota Kasablanka (Kokas) di Jakarta Selatan.

Pagar berwarna abu-abu itu dipasang di dekat pintu masuk utama mobil dari Jalan Raya Casablanca.

Sebelumnya, ramai di media sosial sejumlah pusat perbelanjaan di berbagai daerah, seperti Surabaya dan Jakarta serentak memasang pagar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Timnas Indonesia Libas Singapura 2-0, Ragnar dan Ole Romeny Ngamuk di Gelora Bung Karno

Timnas Indonesia Libas Singapura 2-0, Ragnar dan Ole Romeny Ngamuk di Gelora Bung Karno

25 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.