Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menko Polkam Minta Pemda Bergerak Cepat Lawan Hoaks dan Disinformasi

📅 Minggu, 02 Agu 2026, 05:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menko Polkam Minta Pemda Bergerak Cepat Lawan Hoaks dan Disinformasi Doc: Antara
Ket. Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago (tengah) saat kunjungan kerja di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (1/8).

Banjarbaru – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago meminta pemerintah daerah menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat guna menangkal penyebaran hoaks dan disinformasi di ruang digital.

Saat melakukan kunjungan kerja dan ramah tamah dengan pemerintah daerah di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (1/8), Djamari menegaskan pemerintah daerah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) harus memperkuat pengelolaan informasi di tengah pesatnya perkembangan ruang digital.

Menurut dia, ruang digital kini menjadi arena strategis yang memengaruhi persepsi publik terhadap berbagai kebijakan dan kondisi bangsa.

"Ruang digital saat ini menjadi medan strategis yang harus dikuasai bersama karena arus informasi yang tidak dikelola dengan baik dapat membentuk persepsi publik yang keliru terhadap kondisi bangsa. Pertarungan kita sebetulnya ada di medan digital. Sekali waktu kita tidak menguasai medan digital, kita akan kalah," kata Djamari.

Ia menilai pemerintah daerah harus hadir lebih cepat dalam menyampaikan informasi yang benar agar tidak terjadi kekosongan informasi yang dapat dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan narasi yang menyesatkan.

"Kekosongan informasi dapat dimanfaatkan pihak lain untuk menyebarkan narasi yang memperburuk keadaan. Karena itu, pemerintah harus mampu memberikan penjelasan secara cepat, tepat, dan sesuai fakta," ujarnya.

Untuk memperkuat pengelolaan informasi, Djamari mengusulkan setiap daerah membentuk wadah atau tim yang bertugas memantau isu-isu yang berkembang sekaligus mengelola komunikasi publik. Tim tersebut diharapkan melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya.

Menurutnya, pengelolaan informasi tidak boleh hanya dilakukan ketika persoalan sudah muncul, tetapi harus dilakukan secara antisipatif agar potensi gangguan dapat dideteksi dan ditangani sejak dini.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kekompakan Forkopimda dalam menjaga stabilitas daerah. Menurutnya, sinergi antarpemangku kepentingan akan meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan informasi mengenai kebijakan pemerintah tersampaikan secara utuh dan tidak mudah dipelintir.

"Sinergi seluruh unsur daerah dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus memastikan informasi mengenai kebijakan pemerintah tersampaikan dengan baik kepada masyarakat," kata Djamari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.