Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Fenomena Demografi Jakarta: Usia Produktif Masuk, Lansia Pindah ke Penyangga

📅 Selasa, 28 Jul 2026, 15:50 WIB | Oleh:
Fenomena Demografi Jakarta: Usia Produktif Masuk, Lansia Pindah ke Penyangga Doc: Koran Jakarta/Paundra Zakirulloh
Ket. Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan Jakarta menghadapi fenomena demografi yang berbeda dibandingkan daerah lain di Indonesia. Meski memiliki struktur penduduk paling menua akibat rendahnya angka kelahiran, ibu kota tetap menjadi tujuan utama penduduk usia produktif yang datang untuk bekerja.

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan Jakarta menghadapi fenomena demografi yang berbeda dibandingkan daerah lain di Indonesia. Meski memiliki struktur penduduk paling menua akibat rendahnya angka kelahiran, ibu kota tetap menjadi tujuan utama penduduk usia produktif yang datang untuk bekerja.

Wakil Kepala BPS, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, menjelaskan rendahnya tingkat kelahiran di Jakarta tidak serta-merta mengurangi jumlah penduduk usia muda. Kondisi tersebut ditopang oleh arus migrasi dari berbagai daerah yang terus mengalir ke Jakarta setiap tahunnya.

"Jadi meskipun Jakarta itu magnet urbanisasi, tapi dia adalah kota yang paling menua di Indonesia. Yang menarik, walaupun angka kelahiran di Jakarta rendah, tapi karena dia jadi magnet, dia narik penduduk usia muda dari daerah lain masuk," ujar Wakil Kepala BPS.

Ia menuturkan, pada saat penduduk usia produktif terus berdatangan, kelompok usia lanjut justru banyak yang memilih meninggalkan Jakarta menuju wilayah penyangga. Faktor biaya hidup yang semakin tinggi di ibu kota menjadi salah satu alasan utama perpindahan tersebut.

“Tapi penduduk lansia dari Jakarta keluar. Jadi yang penduduk usia produktif masuk, yang non-produktif keluar. Karena biaya di Jakarta kan mahal. Biasanya ke daerah-daerah pinggiran," lanjutnya.

Menurut Wakil Kepala BPS, pola perpindahan penduduk tersebut tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga terlihat di sejumlah kota besar lainnya. Temuan itu diperoleh melalui hasil Sensus Penduduk 2020 yang diperdalam melalui Long Form 2022 untuk memetakan pola migrasi masyarakat.

Ia menjelaskan, hasil pendataan menunjukkan adanya kecenderungan perpindahan penduduk dari pusat kota menuju wilayah penyangga. Fenomena tersebut terlihat pada sejumlah kawasan metropolitan, seperti perpindahan dari Jakarta ke Depok, Makassar ke Gowa, Surabaya ke Sidoarjo, hingga Medan ke Deli Serdang.

"Kalau lihat di Sensus Penduduk 2020 Long Form yang dilakukan secara detail pada 2022 untuk melihat fenomena migrasi, ada yang namanya recent migration," katanya.

Wakil Kepala BPS menilai perpindahan tersebut menjadi bagian dari perubahan struktur demografi nasional yang dipengaruhi menurunnya angka kelahiran. Saat ini, seluruh provinsi di Pulau Jawa mengalami tren penurunan tingkat fertilitas yang berdampak terhadap komposisi usia penduduk.

"Jadi ke daerah pinggirannya. Itu menunjukkan bahwa ada fenomena orang keluar. Dan biasanya yang keluar memang cenderung yang usianya lebih tua," tegasnya.

Sebelumnya, BPS juga mencatat total fertility rate (TFR) atau rata-rata jumlah anak yang dilahirkan setiap perempuan Indonesia selama masa reproduksinya terus mengalami penurunan dalam lebih dari lima dekade terakhir. Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, TFR Indonesia kini berada di angka 2,13 anak per perempuan usia 15 hingga 49 tahun, jauh lebih rendah dibandingkan sekitar 5,6 anak per perempuan pada awal 1970-an.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Pemkot dan Pemkab Bogor Kol...
Megapolitan
Warga Jakarta Berpeluang Be...
Olahraga
Arab Saudi Tunda Turnamen T...
Luar Negeri
IMF Sebut Jepang Akan Turun...
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.