Asal Usul Nama yang Aneh
📅 Kamis, 26 Feb 2026, 07:19 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Foto: Domain Publik
SENGKETA perbatasan terus berkecamuk di seluruh dunia. Sengketa semacam ini sering kali berujung perang, tetapi kadang-kadang dapat memiliki hasil yang damai, meskipun unik. Dalam kasus langka terkait Pulau Pheasant, masyarakat dunia mendapatkan apa yang disebut sebagai kondominium. Ini bukan merujuk pada apartemen, tetapi pembagian wilayah antarnegara.
Terletak di perbatasan barat daya Spanyol dan Prancis, terdapat pulau di tengah Sungai Bidasoa ini. Yang membuatnya unik adalah kewarganegaraan yang berganti setiap enam bulan. Posisi pulau di antara kota Irún (Spanyol) dan kota Hendaye (Prancis) membuat kepemilikannya bergantung pada waktu dalam setahun.
Pulau tak berpenghuni ini membentang hanya 200 meter, berjarak 10 meter dari pantai Spanyol dan 20 meter dari sisi Prancis. Dari tanggal 1 Februari hingga 31 Juli, Spanyol bertanggung jawab. Dari tanggal 1 Agustus hingga 31 Januari, Prancis mengambil alih. Ada upacara pergantian kepemilikan dua kali setahun dengan tradisi yang telah berlangsung berabad-abad.
Bahkan nama pulau ini pun unik. Tidak ada burung pegar di Pulau Pheasant; namanya berasal dari kesalahan penerjemahan. Nama aslinya dalam bahasa Basque adalah Pausoa, yang berarti “jalan”. Ini kemudian diterjemahkan ke bahasa Prancis sebagai Paysans (petani), lalu secara keliru ditulis sebagai Faisans (burung pegar). Namun, nama itu tetap melekat.
Akses ke pulau sangat dibatasi untuk melindungi nilai sejarahnya. Pulau hanya dibuka pada hari pergantian kepemilikan yang dihadiri diplomat dan upacara resmi, serta pada Hari Warisan Eropa (European Heritage Days) sekitar akhir pekan ketiga September.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bagi wisatawan biasa, cara terbaik untuk menikmati keunikan pulau persahabatan ini adalah dengan menyusuri jalan setapak di kedua sisi sungai atau menggunakan kayak untuk mendekat melalui perairan Sungai Bidasoa. Namun, aturan tetap berlaku ketat: dilarang keras mendarat tanpa izin eksplisit.
Di balik ketenangannya, pulau ini tetaplah sebuah perbatasan internasional yang dijaga oleh hukum dan sejarah. Di tengah dunia yang sering terpecah karena garis batas, Pulau Pheasant hadir sebagai pengingat bahwa perdamaian bisa dicapai dengan cara berbagi waktu, bukan hanya berbagi lahan. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!