Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Asal Usul Nama yang Aneh

📅 Kamis, 26 Feb 2026, 07:19 WIB | Oleh:
Asal Usul Nama yang Aneh Doc: Foto: Domain Publik
Ket. Sebuah lukisan karya seniman Jacques Laumosnier menggambarkan Pertemuan antara Louis XIV dari Prancis dan Philip IV dari Spanyol di Pulau Pheasant pada tahun 1659. Putri Philip IV, Masa Depan, Ratu Prancis, terlihat di belakangnya.

SENGKETA perbatasan terus berkecamuk di seluruh dunia. Sengketa semacam ini sering kali berujung perang, tetapi kadang-kadang dapat memiliki hasil yang damai, meskipun unik. Dalam kasus langka terkait Pulau Pheasant, masyarakat dunia mendapatkan apa yang disebut sebagai kondominium. Ini bukan merujuk pada apartemen, tetapi pembagian wilayah antarnegara.

Terletak di perbatasan barat daya Spanyol dan Prancis, terdapat pulau di tengah Sungai Bidasoa ini. Yang membuatnya unik adalah kewarganegaraan yang berganti setiap enam bulan. Posisi pulau di antara kota Irún (Spanyol) dan kota Hendaye (Prancis) membuat kepemilikannya bergantung pada waktu dalam setahun.

Pulau tak berpenghuni ini membentang hanya 200 meter, berjarak 10 meter dari pantai Spanyol dan 20 meter dari sisi Prancis. Dari tanggal 1 Februari hingga 31 Juli, Spanyol bertanggung jawab. Dari tanggal 1 Agustus hingga 31 Januari, Prancis mengambil alih. Ada upacara pergantian kepemilikan dua kali setahun dengan tradisi yang telah berlangsung berabad-abad.

Bahkan nama pulau ini pun unik. Tidak ada burung pegar di Pulau Pheasant; namanya berasal dari kesalahan penerjemahan. Nama aslinya dalam bahasa Basque adalah Pausoa, yang berarti “jalan”. Ini kemudian diterjemahkan ke bahasa Prancis sebagai Paysans (petani), lalu secara keliru ditulis sebagai Faisans (burung pegar). Namun, nama itu tetap melekat.

Akses ke pulau sangat dibatasi untuk melindungi nilai sejarahnya. Pulau hanya dibuka pada hari pergantian kepemilikan yang dihadiri diplomat dan upacara resmi, serta pada Hari Warisan Eropa (European Heritage Days) sekitar akhir pekan ketiga September.

Bagi wisatawan biasa, cara terbaik untuk menikmati keunikan pulau persahabatan ini adalah dengan menyusuri jalan setapak di kedua sisi sungai atau menggunakan kayak untuk mendekat melalui perairan Sungai Bidasoa. Namun, aturan tetap berlaku ketat: dilarang keras mendarat tanpa izin eksplisit.

Di balik ketenangannya, pulau ini tetaplah sebuah perbatasan internasional yang dijaga oleh hukum dan sejarah. Di tengah dunia yang sering terpecah karena garis batas, Pulau Pheasant hadir sebagai pengingat bahwa perdamaian bisa dicapai dengan cara berbagi waktu, bukan hanya berbagi lahan. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai pergerakan Rupiah hari ...
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
  • Kartu Transportasi Bersubsidi Bocor, DPRD DKI Minta Data Diperketat
    Preview komentar:
    Membaca sorotan DPRD DKI mengenai kebocoran kartu transportasi ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

Tingkatkan Riset dan Pembangunan SDM, Unhas Jalin Kerja Sama

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tingkatkan Riset dan Pemban...

Tramtib Wilayah, Tangerang Siaga Antisipasi Gangguan

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tramtib Wilayah, Tangerang ...
Ekonomi
Per Juli 2026, Arus Petikem...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Terbatas...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Wah… Menyedihkan dan juga Memalukan, Pebulu Tangkis Indonesia Diselidiki BWF Diduga Jual Angka   

Wah… Menyedihkan dan juga Memalukan, Pebulu Tangkis Indonesia Diselidiki BWF Diduga Jual Angka  

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Juli Jadi Bulan Terpanas Kedua Dunia
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.