Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pulau Bidadari di Kepulauan Seribu Jadi Percontohan Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah DKI

📅 Kamis, 13 Agu 2026, 08:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pulau Bidadari di Kepulauan Seribu Jadi Percontohan Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah DKI Doc: Beritajakarta
Ket. Pemkab Kepulauan Seribu menetapkan Pulau Bidadari menjadi lokasi percontohan pemilahan sampah DKI Jakarta.

JAKARTA - Pulau Bidadari di Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan ditetapkan sebagai lokasi percontohan penerapan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu bersama pihak swasta dalam mewujudkan konsep Pulau Zero Sampah di wilayah DKI Jakarta.

Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan mengatakan, Pulau Bidadari dipilih sebagai resor percontohan pengelolaan sampah kawasan karena berada di Kelurahan Pulau Untung Jawa yang juga menjadi lokasi percontohan pemilahan sampah dari hulu hingga hilir.

"Strategi yang diterapkan bukan lagi sekadar mengumpulkan dan mengangkut sampah, melainkan melalui proses pemilahan yang ketat dari sumbernya," ujarnya, Rabu (12/8).

Fadjar menjelaskan, sampah organik yang dihasilkan diolah menjadi pupuk organik cair (POC), sedangkan sampah plastik diproses menjadi biji plastik atau disalurkan ke bank sampah untuk didaur ulang.

Menurutnya, Pulau Bidadari ke depan tidak hanya berfungsi sebagai destinasi wisata, tetapi juga dapat menjadi laboratorium edukasi pengelolaan sampah bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.

"Pengunjung dapat melihat langsung bagaimana sebuah resor pulau mampu mengelola limbahnya secara berkelanjutan dan mandiri," terangnya.

Menurutnya, dalam pelaksanaannya PT Sea Breeze Indonesia selaku pengelola Pulau Bidadari bersinergi dengan komunitas Indonesia Menuju Hijau untuk menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri dari hulu hingga hilir.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kepulauan Seribu, Achmad Hariadi menambahkan, tantangan pengelolaan sampah di Pulau Bidadari tidak hanya berasal dari aktivitas pariwisata, tetapi juga sampah kiriman.

"Selama tiga bulan, total sampah kiriman di kawasan tersebut bisa mencapai 900 ton," ungkapnya.

Ia menuturkan, untuk mengatasi persoalan tersebut, Sudin LH Kepulauan Seribu bekerja sama dengan komunitas Mas Jos (Jagonya Olah Sampah) menghadirkan fasilitas pengolahan sampah secara mandiri.

Sampah plastik yang tidak memiliki nilai ekonomis dihancurkan menggunakan mesin untuk mengurangi volume limbah yang dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA).

"Program yang telah berjalan selama dua minggu ini diharapkan menjadi pemantik bagi pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu, baik pulau permukiman maupun resor," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Mendukbangga Sebut Tiga Isu Ancam Masa Depan Remaja

23 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Mendukbangga Sebut Tiga Isu...

Pemkot Tangerang Normalisasi 7 Lokasi Prioritas

41 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Tangerang Normalisas...
Megapolitan
BPBD Kota Tangerang Siapkan...
Megapolitan
Pemkot Tangerang Dukung Sek...
Advertisement
Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.