Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Percepatan Belanja Harus Dorong Pertumbuhan Ekonomi

📅 Selasa, 24 Feb 2026, 01:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Percepatan Belanja Harus Dorong Pertumbuhan Ekonomi Doc: ANTARA/Rivan Awal Lingga
Ket. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bakal memantau penyaluran belanja kementerian/lembaga (K/L) pada kuartal I-2026 untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen.

“Saya akan melihat kementerian/lembaga ada atau nggak yang masih lambat,” kata Purbaya di Jakarta, Senin (23/2).

Kemenkeu menyiapkan anggaran senilai 809 triliun rupiah untuk percepatan belanja negara pada kuartal I-2026. Anggaran itu digunakan untuk percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar 62 triliun rupiah, Tunjangan Hari Raya (THR) Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri 55 triliun rupiah, rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatera 6 triliun rupiah, serta paket stimulus 13 triliun rupiah.

Dengan demikian, total belanja yang diinjeksi langsung mencapai 136 triliun rupiah di luar belanja rutin.

Tambahan momentum juga berasal dari faktor musiman seperti libur dan cuti bersama Imlek serta Idul Fitri, serta kebijakan Work From Anywhere (WFA).

Pada sisi penawaran dan investasi, akselerasi dilakukan melalui pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebanyak 30 ribu unit senilai 90 triliun rupiah dan pembangunan 190 ribu unit rumah komersial, rumah subsidi, maupun bantuan renovasi (BSPS/Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) dengan total 20 triliun rupiah.

Selain itu, terdapat groundbreaking proyek hilirisasi Danantara senilai 7 miliar dollar AS atau sekitar 110 triliun rupiah. Dengan demikian, total dorongan investasi langsung yang teridentifikasi mencapai sekitar 220 triliun rupiah.

Purbaya mengatakan anggaran yang digelontorlan itu diharapkan dapat mendorong ekonomi pada kuartal I-2026.

“Proyeksi pertumbuhan kuartal I-2026 mencapai sekitar 5,5 persen sampai 6 persen. full year 2026, kalau di APBN kan 5,4 persen, tapi kami akan dorong ke arah 6 persen juga,” kata Purbaya.

Penyaluran belanja K/L jelasnya terus berjalan dengan rata-rata pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan tahun lalu. Dia yakin progres belanja pemerintah bergerak ke arah yang benar.

“Saya harapkan APBN bisa mendorong terus pertumbuhannya pada triwulan pertama ini, sehingga momentum yang kemarin nggak hilang,” katanya.

Sebagai catatan, realisasi belanja K/L per 31 Januari 2026 mencapai 55,8 triliun rupiah atau 3,7 persen dari target, tumbuh signifikan 128,9 persen (year-on-year/yoy).

Denyut Ekonomi

Menanggapi hal itu, Peneliti Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Awan Santosa mengatakan, pemerintah harus memastikan bahwa anggaran yang dibelanjakan harus mampu menggerakan denyut ekonomi masyarakat kecil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Olahraga
US Open 2026: Aldila Sutjia...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp78.100/...
Daerah
Keracunan 448 Bukan Angka K...
Advertisement
Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.