Membina Karyawan yang Bermasalah
📅 Senin, 23 Feb 2026, 06:54 WIB | Oleh: Haryo BronoJadilah Pendengar Aktif: Berikan ruang bagi mereka untuk menjelaskan sudut pandang mereka. Terkadang, mereka hanya butuh didengar untuk mulai berubah.
Susun Performance Improvement Plan (PIP)
Jika teguran lisan tidak mempan, saatnya masuk ke tahap formal. PIP adalah dokumen terstruktur yang berisi (lihat tabel):
Berikan Feedback secara Real-Time
Sebaiknya Anda baca juga:
Jangan menunggu evaluasi tahunan untuk mengoreksi kesalahan. Pembinaan yang efektif dilakukan secara berkelanjutan.
Tips: Gunakan metode “Sandwich” (Pujian - Kritik Membangun - Harapan Positif) untuk menjaga motivasi mereka tetap terjaga meski sedang dikoreksi.
Dokumentasikan Segalanya
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai pemimpin, dokumentasi adalah pelindung Anda. Catat setiap diskusi, janji yang dibuat karyawan, dan pelanggaran yang berulang. Ini penting jika di masa depan Anda harus mengambil tindakan disipliner yang lebih berat.
Kapan Harus “Melepaskan”?
Membina bukan berarti mempertahankan tanpa batas. Jika setelah semua upaya dilakukan karyawan tetap:
Menunjukkan sikap tidak mau belajar.
Melanggar kode etik berat (kejujuran/pelecehan).
Memberi dampak buruk yang masif pada moral anggota tim lainnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!