Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dolar AS Hampir Sentuh Rp17.000, Simak Penyebab Rupiah Loyo Hari Ini

📅 Kamis, 19 Feb 2026, 17:32 WIB | Oleh:
Dolar AS Hampir Sentuh Rp17.000, Simak Penyebab Rupiah Loyo Hari Ini Doc: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Ket. Ilustrasi - Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta.

JAKARTA - Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah pada perdagangan pasar uang, Kamis (19/2/2026), seiring dengan meningkatnya ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat dan memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Mata uang Garuda terkoreksi 10 poin ke level Rp16.894 per dolar AS, dipicu oleh risalah pertemuan Federal Reserve yang menunjukkan keraguan pejabat bank sentral dalam menurunkan suku bunga.

Selain tekanan dari Negeri Paman Sam, ancaman militer Presiden Donald Trump terhadap program nuklir Iran turut memperburuk persepsi pasar, membuat investor cenderung beralih ke aset aman (safe haven) dan menekan mata uang negara berkembang.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi rilis risalah pertemuan Federal Reserve (The Fed) pada bulan Januari.

“Risalah dari pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve menyoroti perbedaan pendapat di antara para pejabat mengenai apakah kenaikan suku bunga lebih lanjut masih diperlukan,” ungkapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Secara umum, para pembuat kebijakan di The Fed sepakat bahwa risiko inflasi tetap cenderung ke atas, tetapi berbeda pendapat tentang seberapa ketat kebijakan yang harus diterapkan dan berapa lama suku bunga harus tetap tinggi.

Untuk para pedagang sendiri telah menurunkan ekspektasi mereka terkait penurunan suku bunga Fed tahun ini, meskipun kontrak berjangka dana Fed masih menunjukkan penurunan kemungkinan terjadi pada bulan Juni.

“Investor sekarang menunggu data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS yang akan dirilis pada hari Jumat (20/2), indikator inflasi pilihan Fed, untuk mendapatkan arahan yang lebih jelas tentang kebijakan moneter,” ujar Ibrahim.

Sentimen lain berasal dari ketegangan yang terus berlanjut antara Iran dengan AS. Dalam konteks ini, Presiden AS Donald Trump mengancam penggunaan kekuatan militer apabila diplomasi tak berhasil menghentikan program nuklir Iran.

“Peningkatan aktivitas militer dan angkatan laut di Teluk telah memperkuat persepsi pasar tentang kerentanan pasokan,” kata dia.

Pada saat yang sama, lanjutnya, sedikit kemajuan dalam upaya perdamaian Rusia-Ukraina memperkuat risiko keamanan yang lebih luas dan harapan akan pelonggaran sanksi terhadap ekspor energi Rusia memudar.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp16.925 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.884 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Megapolitan
Pemprov Dorong Segala Proye...
Megapolitan
Epicentrum Events Gairahkan...
Daerah
Hujan Tak Kunjung Turun, Ci...
Nasional
Pemerintah Dorong Keamanan ...
Advertisement
Hasil Akhir Persija vs Arema FC: Macan Kemayoran Sikat Singo Edan 5-1, Rebut Puncak Klasemen Super League

Hasil Akhir Persija vs Arema FC: Macan Kemayoran Sikat Singo Edan 5-1, Rebut Puncak Klasemen Super League

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.