Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wali Kota: Adminduk Kota Bandung Harus Berbasis Digital, Inklusif, dan Responsif

📅 Sabtu, 14 Feb 2026, 01:58 WIB | Oleh:
Wali Kota: Adminduk Kota Bandung Harus Berbasis Digital, Inklusif, dan Responsif Doc: Humas Kota Bandung
Ket. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan

BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pentingnya percepatan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) berbasis digital yang inklusif dan responsif sebagai fondasi pelayanan publik modern.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026 bertema “Akselerasi Pelayanan Adminduk Berbasis Digital, Inklusif, dan Responsif di Kota Bandung” di Mercure Bandung Nexa Supratman, Kamis (12/2).

Wali Kota Farhan menuturkan pelayanan adminduk merupakan bentuk pengabdian publik yang menyentuh hak dasar setiap warga negara.  Keberadaan data kependudukan yang akurat menjadi tulang punggung integrasi berbagai layanan publik melalui sistem identitas tunggal berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Semua layanan publik hari ini bertumpu pada identitas kependudukan. Karena itu, inovasi di Dukcapil bukan sekadar administratif, tetapi menyangkut kualitas hidup masyarakat,” ujar dia.

Ia menjelaskan, digitalisasi pelayanan harus menghadirkan kemudahan sekaligus empati.

Salah satu contoh inovasi yang didorong adalah percepatan penerbitan dokumen kematian agar keluarga yang berduka tidak terbebani urusan administrasi.

Wali Kota Farhan menilai, pendekatan ini menunjukkan bahwa teknologi dapat memperkuat sisi kemanusiaan dalam pelayanan publik.

Selain itu, ia mendorong penguatan layanan lintas lembaga, termasuk kerja sama dengan kelurahan, fasilitas kesehatan, lembaga peradilan, dan Kantor Urusan Agama (KUA), guna mempercepat proses administrasi sejak kelahiran hingga perubahan status keluarga.

Dalam sambutannya, Wali Kota Farhan juga menyoroti pentingnya pemanfaatan data kependudukan untuk kebijakan sosial dan ekonomi.  Ia mengungkapkan, data Dukcapil berperan strategis dalam membaca dinamika kemiskinan, akses jaminan kesehatan, hingga perencanaan pembangunan berbasis demografi produktif.

“Data yang jujur dan terbuka memungkinkan pemerintah menyusun solusi yang terstruktur. Dari situ kita bisa melihat persoalan stunting, sanitasi, hingga kesenjangan sosial secara lebih nyata,” kata dia.

Menurut Wali Kota Farhan, kemajuan teknologi tidak boleh meninggalkan kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, perempuan, dan anak-anak. Justru, digitalisasi harus menjadi alat untuk memperluas akses dan keadilan layanan.

Forum Konsultasi Publik ini dihadiri unsur pemerintah daerah, perwakilan Dukcapil provinsi dan kabupaten/kota, akademisi, serta organisasi masyarakat yang bersama-sama membahas penguatan sistem pelayanan kependudukan di Kota Bandung. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

5 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Daerah
Peringatan Hari Keamanan Pa...
Ekonomi
Program SPHP Kedelai Dukung...
Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.