Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Imlek Tak Afdol Tanpa Kue Keranjang, Ternyata Makan Waktu 14 Jam Bikinnya

📅 Rabu, 11 Feb 2026, 19:55 WIB | Oleh:
Imlek Tak Afdol Tanpa Kue Keranjang, Ternyata Makan Waktu 14 Jam Bikinnya Doc: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
Ket. Pekerja membuat kue keranjang di industri kue keranjang rumahan "Nyonya Seneng" Tukangan, DI Yogyakarta.

PONTIANAK - Perayaan Tahun Baru Imlek 2026/Kongzili ke-2577 sebentar lagi akan datang, bagi masyarakat Tionghoa kue keranjang pasti tak asing lagi. Kue ini selalu ada pada perayaan Imlek khususnya di setiap rumah warga Tionghoa.

Namun siapa yang menyangka, jika untuk membuat kue keranjang ini tidak mudah, pasalnya membutuhkan waktu yang cukup lama yakni 14 jam.

"Bahannya hanya menggunakan tepung ketan dan air gula," kata salah satu pembuat kue keranjang di Singkawang, Jhoni di Kecamatan Singkawang Tengah, Rabu.

Menjelang perayaan Imlek tahun 2026 ini, Jhoni mendapatkan orderan sebanyak 200an kilogram kue keranjang.

"Para pemesan bukan hanya dari Singkawang tapi juga ada yang dari Jakarta," ujarnya.

Dia mengungkapkan, pembuatan kue keranjang baru dilakukannya apabila ada pesanan.

Hal itu dikarenakan, selain membuat kue keranjang, dirinya juga menyambi sebagai pekerja bangunan.

"Kalau dulu, pernah sampai buat 2 ton pesanan orang. Tahun ini banyak yang kita tolak, karena kurangnya waktu dan karyawan untuk membuat kue keranjang," ungkapnya.

Menurutnya, usaha ini sudah puluhan tahun dilakoninya. Yang mana usaha ini sebelumnya sudah dimulai dari orang tuanya kemudian dilanjutkan dirinya hingga sekarang.

Kue keranjang yang dibuatkan pun cukup bervariasi, ada yang menggunakan alas daun pisang dan kantong plastik. "Kalau yang pakai daun lebih wangi, sedangkan yang pakai kantong plastik kurang wangi. Tetapi tergantung pesanan konsumen," jelasnya.

Kemudian, untuk beratnya ada yang 1 Kg dan 1/2 Kg. Untuk yang 1 Kg dihargakan 25 ribu rupiah per kue, sedangkan yang 1/2 Kg dihargakan 12.500 rupiah per kue.

"Selain untuk makan, kue keranjang yang 1 Kg atau 1/2 Kg ini biasanya juga digunakan orang Tionghoa untuk sembahyang," katanya.

Kue keranjang yang ada biasanya masih basah atau terlalu lengket untuk disajikan kepada tamu secara langsung, sehingga harus ditunggu beberapa hari setelahnya sampai agak keras. Namun kue keranjang boleh diberikan kepada tamu sebagai hantaran atau hadiah yang melambangkan kebersamaan.

Makanan lain yang juga sering ada pada saat perayaan Imlek adalah kue lapis, yang dijadikan simbol dan harapan bahwa rezeki akan datang berlapis-lapis. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.