Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamenekraf Dorong Inklusivitas Melalui Aktivasi Kreatif dan Partisipasi Masyarakat Jelang Imlek

📅 Rabu, 11 Feb 2026, 17:50 WIB | Oleh:
Wamenekraf Dorong Inklusivitas Melalui Aktivasi Kreatif dan Partisipasi Masyarakat Jelang Imlek Doc: ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menerima audiensi Visinema di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Senin (9/2).

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar mendorong inklusivitas melalui aktivasi kreatif di ruang publik yang menggerakkan ekosistem kreatif dan partisipasi masyarakat.

"Tradisi kreativitas modern harus menghadirkan pengalaman bersama yang menggerakkan ekosistem kreatif dan partisipasi masyarakat,” ucap Wamen Ekraf Irene dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (11/2).

Irene mengatakan salah satu aktivasi kreatif yang akan dibuat bertepatan dengan suasana Imlek yakni instalasi film dari Visinema "Na Willa" yang mengangkat cerita keluarga keturunan Tionghoa.

Aktivasi akan dibuat di Lapangan Banteng, lokasi diadakannya perayaan Imlek Nusantara dan lokasi pengadaan Kids Corner seperti di bandara dan stasiun.

Irene mengatakan karya kreatif seperti film bisa menjadi medium yang kuat untuk mendorong literasi sekaligus ruang belajar inklusif bagi anak-anak dan keluarga.

Film Na Willa bercerita tentang kisah anak perempuan berusia enam tahun yang masih kecil, tapi dia punya mimpi besar. Dengan latar belakang Surabaya era tahun 60-an, penonton bisa melihat perjalanan Na Willa bersama teman-teman di Gang Krembangan yang memiliki adventure atau perjalanan menikmati hidup.

Melalui sudut pandang Na Willa yang polos dan penuh rasa ingin tahu, penonton diajak melihat dinamika keluarga multikultural, ayah keturunan Tionghoa dan ibu yang berasal dari NTT.

Perspektif dunia anak dalam film diyakini bisa mendorong penguatan literasi dan ruang kreatif yang membuka peluang sinergi ekosistem kreatif sekaligus pemanfaatan ruang publik dengan aktivitas yang lebih edukatif.

Film Na Willa juga berencana melakukan roadshow bus ‘Kamar Na Willa’ ke beberapa kota, membuat perpustakaan berjalan (Kelana Aksara), serta aktivasi di transportasi publik dan taman kota.

Dengan kehadiran cerita keluarga yang hangat, film Na Willa juga bakal membawa misi literasi dan penguatan nilai emosional anak maupun orang tua melalui pengalaman membaca serta menulis.

Chief Content Officer Visinema Studios dan produser film Na Willa Anggia Kharisma mengatakan sebuah cerita dan karakter yang diciptakan bisa menjadi sosok teman untuk anak dan keluarga Indonesia bertumbuh.

"Film Na Willa bisa dijadikan ruang diskusi, terutama ruang-ruang internal dalam keluarga yang lebih menarik sehingga memantik orang tua untuk mengajak anak-anak lebih sering membaca dan menikmati apa yang menjadi tulisan dari mereka. Kami percaya cerita anak-anak sama pentingnya dengan kisah orang dewasa,” ungkap Anggia.

Film yang diadaptasi dari novel karya Reda Gaudiamo itu diyakini mampu merayakan identitas anak-anak melalui aktivasi kolaborasi dalam bentuk konten digital dan fisik jelang perayaan Imlek Nasional maupun menuju Lebaran 2026.

Sebelumnya pun Kementerian Ekraf tahun lalu telah memberi dukungan terhadap film Jumbo untuk menguatkan ekosistem perfilman nasional. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.