Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tak Mau Pinggiran Tertinggal, Kubu Raya Siapkan Rp25,3 Miliar untuk Pembangunan Wilayah Terjauh

📅 Minggu, 08 Feb 2026, 17:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tak Mau Pinggiran Tertinggal, Kubu Raya Siapkan Rp25,3 Miliar untuk Pembangunan Wilayah Terjauh Doc: ANTARA/Fiyya Mayan Fauni
Ket. Tampak depan dari Masjid Batu atau Masjid Nasrullah, bangunan yang memiliki nilai sejarah dan dibangun pada tahun 1926 di Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya.

PONTIANAK – Percepatan pembangunan wilayah terjauh bukan sekadar agenda pemerataan, melainkan strategi fundamental untuk memperkuat daya saing nasional.

Ketertinggalan infrastruktur, akses layanan dasar, dan konektivitas ekonomi di kawasan ini menciptakan kesenjangan struktural yang menghambat pertumbuhan jangka panjang.

Dengan mempercepat pembangunan—mulai dari jalan, listrik, internet, hingga pendidikan dan kesehatan—negara membuka ruang bagi munculnya pusat-pusat ekonomi baru, memperluas basis produksi, serta mengurangi tekanan urbanisasi.

Dalam konteks geopolitik dan ketahanan nasional, wilayah terjauh juga memiliki nilai strategis, sehingga investasi yang terarah di kawasan ini akan menghasilkan multiplier effect: meningkatkan kesejahteraan lokal sekaligus memperkokoh integrasi dan stabilitas nasional.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, mengalokasikan Rp25,3 miliar pada 2026 untuk mempercepat pembangunan wilayah terjauh di Kecamatan Teluk Pakedai, terutama bidang infrastruktur guna meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Untuk tahun 2026, ada kurang lebih 58 titik kegiatan yang bisa terealisasi di Kecamatan Teluk Pakedai. Ini untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat, terutama akses jalan strategis," kata Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto di Sungai Raya, Minggu (8/2).

Sukiryanto mengatakan anggaran tersebut difokuskan untuk merealisasikan 58 titik kegiatan pembangunan yang tersebar di seluruh kecamatan, dengan prioritas pada akses jalan poros penghubung antar desa.

Ia menjelaskan pendanaan bersumber dari APBD Kabupaten Kubu Raya sekitar Rp9,99 miliar dan dukungan APBN sebesar Rp15,36 miliar.

Pembangunan infrastruktur jalan menjadi prioritas karena menghubungkan 14 desa di wilayah tersebut yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi.

Menurut dia, perbaikan konektivitas diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, menekan biaya distribusi barang, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

"Anggaran ini diharapkan menyentuh kebutuhan prioritas, khususnya akses jalan strategis agar aktivitas ekonomi masyarakat lebih lancar," tuturnya.

Sukiryanto menyebutkan Musrenbang Teluk Pakedai menjadi rangkaian keenam yang digelar pemerintah daerah tahun ini sekaligus forum untuk menampung usulan pembangunan tahun 2027.

Dari hasil penjaringan aspirasi, total kebutuhan anggaran yang diusulkan masyarakat mencapai lebih dari Rp351 miliar.

Namun, dari total kebutuhan tersebut, realisasi anggaran 2026 baru mampu mengakomodasi sekitar 12 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Pelaku Tawuran dan Bullying...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Migrasi Pengguna Pertamax Bisa Jadi Bom Waktu Fiskal, Pakar Beri Peringatan

Migrasi Pengguna Pertamax Bisa Jadi Bom Waktu Fiskal, Pakar Beri Peringatan

12 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.