Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Produksi Jagung NTB Anjlok 2,86 Persen pada 2025 akibat Curah Hujan Tinggi

📅 Selasa, 03 Feb 2026, 08:20 WIB | Oleh:
Produksi Jagung NTB Anjlok 2,86 Persen pada 2025 akibat Curah Hujan Tinggi Doc: antara foto
Ket. Ketua Tim Statistik Harga BPS NTB Muhammad Ahyar di Mataram, Selasa (3/2).

MATARAM - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penyusutan luas panen membuat produksi jagung di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun 2025 mengalami penurunan sebesar 2,86 persen bila dibandingkan capaian produksi tahun sebelumnya.

"Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada 2025 sebanyak 1,18 juta ton, sedangkan produksi tahun 2024 mencapai 1,21 juta ton," kata Ketua Tim Statistik Harga BPS NTB Muhammad Ahyar di Mataram, Selasa (3/2).

Ahyar mengatakan fenomena curah hujan yang tinggi sepanjang tahun 2025 berkorelasi dengan penyusutan luas panen jagung di Nusa Tenggara Barat.

Kondisi cuaca saat La Nina yang menyebabkan musim kemarau yang seharusnya jarang terjadi hujan justru menjadi basah, sehingga lebih mendukung untuk menanam padi ketimbang menanam jagung.

Data BPS menyebut luas panen jagung pipilan pada 2025 mencapai 173,09 ribu hektare. Luas panen tersebut mengalami penurunan sebesar 0,67 ribu hektare atau 0,39 persen dibandingkan luas panen pada 2024 yang sebesar 173,76 ribu hektare.

"Penurunan ini disebabkan oleh menurunnya luas panen jagung seluas 672 hektar karena cuaca lebih mendukung untuk menanam padi sehingga sebagian lahan yang sebelumnya ditanami jagung dialihfungsikan untuk tanam padi," papar Ahyar.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa produktivitas jagung juga menurun akibat curah hujan pada 2025 lebih tinggi dibanding 2024.

Karakteristik tanaman jagung yang tidak membutuhkan terlalu banyak air membuat curah hujan yang berlebihan justru berdampak negatif terhadap pertumbuhan tanaman. Curah hujan tinggi menyebabkan tanaman jagung kerdil dan hasil tidak optimal.

Meski produksi menurun pada 2025, BPS NTB memperkirakan potensi produksi jagung Nusa Tenggara Barat pada awal 2026 masih cukup besar.

"Potensi luas panen jagung pipilan kering periode Januari–Maret 2026 diperkirakan mencapai 80,93 ribu hektare dengan potensi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sebanyak 0,56 juta ton," pungkas Ahyar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Perang Perbesar Tekanan Har...
Luar Negeri
Sedikitnya 19 Orang Tewas p...
Luar Negeri
Jepang akan Luncurkan Misi ...
Advertisement
Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.