Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

LPSK Akan Asesmen Lanjutan Medis dan Psikososial Nenek Saudah, Lansia yang Diduga Dianiaya akibat Tolak Tambang Ilegal di Pasaman

📅 Senin, 02 Feb 2026, 17:28 WIB | Oleh:
LPSK Akan Asesmen Lanjutan Medis dan Psikososial Nenek Saudah, Lansia yang Diduga Dianiaya akibat Tolak Tambang Ilegal di Pasaman Doc: antara foto
Ket. RDP Komisi XIII dengan LPSK di Jakarta, Senin (2/2).

JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) akan melaksanakan asesmen lanjutan terhadap medis dan psikososial Nenek Saudah, seorang lansia yang menjadi korban kasus dugaan penganiayaan usai menolak tambang ilegal di Pasaman, Sumatera Barat (Sumbar).

"Pertama adalah kami akan melakukan asesmen psikologis lebih lanjut, termasuk asesmen medis dan kebutuhan psikososial dari korban," kata Wakil Ketua LPSK Wawan Fahrudin dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XIII DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/2).

Wawan menjelaskan dari identifikasi medis yang dilaksanakan pihaknya, Nenek Saudah mendapatkan tujuh jahitan di kepala dan lima jahitan di bibir, lebam di sekitar mata, pusing berulang serta sempat pingsan.

“Ada indikasi luka dalam karena pusing mendadak hingga pingsan, dan usia beliau yang sudah menjelang 68 tahun cukup memberatkan pemulihan tersebut," katanya.

Ia mengungkapkan pembiayaan medis Nenek Saudah di awal dibantu oleh Bupati Pasaman. Namun, untuk medis lanjutan, belum ada yang membiayai.

Oleh karena itu, dalam kesempatan tersebut, ia meminta izin kepada pimpinan dan anggota Komisi XIII DPR RI agar bantuan medis lanjutan Nenek Saudah dibantu oleh LPSK.

Sementara itu, dari identifikasi aspek psikososial, Wawan mengatakan Nenek Saudah sering melamun dalam waktu yang cukup lama. Lalu, setelah melamun, korban mengalami pusing kepala.

"Pemohon (Nenek Saudah) juga cenderung diam dibandingkan biasanya. Keluarga melihat perubahan ini cukup signifikan, bahkan dibandingkan sebelum kejadian terjadi," ungkapnya.

Selain itu, ia menyebut Nenek Saudah bekerja sebagai petani yang mengelola lahan pribadi seluas 30 x 30 meter.

Nenek Saudah pun mengharapkan agar LPSK bisa memberikan bantuan untuk memperbarui alat-alat bertani, membeli pupuk, dan bibit dalam bentuk modal usaha.

"Kewenangan untuk memberikan bantuan psikososial juga bisa kami berikan nanti ke depannya untuk agar Ibu Saudah bisa pulih kembali ke masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut, Wawan mengatakan bahwa pihaknya juga akan melakukan identifikasi ancaman apabila ada ancaman lebih lanjut.

"Kami menilai belum ada kebutuhan untuk bisa memberikan perlindungan fisik. Bilamana nanti dibutuhkan, kami siap untuk bekerja sama dengan Polda atau aparat kepolisian," katanya.

Adapun terkait restitusi, ia mengatakan LPSK akan mulai menghitung restitusi karena telah ada penetapan tersangka dan ada penahanan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.