Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Silfra Fissure, Rekahan Aktif Dua Benua yang Terus Melebar

📅 Senin, 22 Des 2025, 05:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Silfra Fissure, Rekahan Aktif  Dua Benua yang Terus Melebar Doc: Thomas GOV / DIVE.IS / AFP
Ket. Foto yang dibagikan ini, diambil di bawah air, menunjukkan seorang penyelam snorkel mengamati celah di bawah air pada tanggal 26 Juli 2022 di Thingvellir, Islandia.

Di jantung Taman Nasional Þingvellir, sekitar 45 kilometer timur laut Reykjavik, ibukota sekaligus kota terbesar di Islandia terbentang sebuah rekahan raksasa bernama Celah Silfra atau Silfra Fissure. Retakan jni memiliki panjang total yang biasa untuk jalur penjelajahan (untuk diving atau snorkeling) sekitar 300 hingga 500 meter dari titik masuk hingga titik keluar di laguna.

Secara geologi, rekahan ini terbagi menjadi empat bagian utama dengan rincian panjang sebagai berikut, Silfra Big Crack: Bagian pertama dan paling sempit, memiliki panjang sekitar 120 meter. Di sini Anda bisa menyentuh dua lempeng benua sekaligus.

Silfra Hall: Area yang lebih luas setelah celah utama, dengan panjang sekitar 50 meter. Silfra Cathedral: Bagian paling dramatis dengan tebing batu basal yang tinggi, membentang sepanjang kurang lebih 100 meter. Silfra Lagoon: Bagian akhir yang dangkal dan luas, memiliki panjang sekitar 120 meter menuju titik keluar.

Kedalaman maksimum rekahan ini mencapai 63 meter (di dalam sistem gua), namun untuk alasan keamanan, penyelam rekreasi dibatasi hingga kedalaman 18 meter. Lebarnya bervariasi dari celah yang sangat sempit (hanya sejangkauan tangan) hingga sekitar 8 meter di bagian yang lebih terbuka. Celah Silfra terus melebar.

Celah alami ini bukan sekadar lanskap indah, melainkan saksi hidup pergerakan bumi yang masih berlangsung hingga hari ini. Di sinilah dua lempeng benua Amerika Utara dan Eurasia terus menjauh, perlahan namun pasti, membentuk salah satu fenomena geologi paling langka di dunia.

Silfra dikenal luas sebagai satu-satunya tempat di bumi di mana manusia dapat menyelam di antara dua benua dengan visibilitas air yang nyaris sempurna.

Kejernihan ekstrem, suhu air mendekati titik beku, serta latar sejarah panjang menjadikan kawasan ini magnet bagi ilmuwan, penyelam, dan wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

Secara geologis, Silfra merupakan bagian dari Mid-Atlantic Ridge, punggungan tektonik raksasa yang membelah Samudra Atlantik dari utara ke selatan. Islandia menjadi pengecualian unik karena punggungan tersebut muncul ke permukaan daratan, memungkinkan proses pergerakan lempeng diamati secara langsung.

Lempeng Amerika Utara dan Eurasia bergerak saling menjauh sekitar dua hingga tiga sentimeter per tahun. Gempa besar yang melanda kawasan Þingvellir pada 1789 diyakini sebagai awal terbentuknya Silfra sebagaimana dikenal saat ini.

Sejak itu, rekahan ini terus berubah, melebar, memanjang, dan membentuk sistem celah bawah air yang kompleks.

Bagi para geolog, Silfra adalah laboratorium alam. “Jarang ada tempat di dunia di mana dinamika “tektonik bisa dilihat, disentuh, bahkan diselami dengan sangat mudah,” demikian kerap disampaikan dalam berbagai publikasi ilmiah tentang kawasan ini.

Air Gletser yang Jernih

Keistimewaan Silfra tidak hanya terletak pada posisi tektoniknya, tetapi juga pada kualitas airnya. Air yang mengisi celah ini berasal dari lelehan Gletser Langjökull, salah satu gletser terbesar di Islandia.

Air tersebut meresap ke dalam tanah dan menyaring diri melalui lapisan batuan lava berpori selama puluhan tahun, bahkan hingga satu abad, sebelum akhirnya muncul di Silfra.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Rupiah Hari Ini Melemah, Pa...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.