Pendaki Burangrang yang Jatuh ke Jurang Berhasil Diselamatkan
📅 Senin, 20 Okt 2025, 16:38 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
BANDUNG - Setelah kasus ayah dan anak yang hilang di lembah bukit Tengkorak ditemukan, Lembang, Bandung, giliran Tim SAR gabungan juga memastikan seorang pendaki bernama Jhomas (30) yang dilaporkan jatuh ke jurang di lembah Gunung Burangrang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (19/10) berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana mengatakan korban dievakuasi menuju Pos Mentari Gunung Burangrang untuk diantarkan pulang menuju Kabupaten Bogor.
“Survivor tiba di Basecamp Mentari untuk selanjutnya akan diantarkan pulang menuju alamat yang bersangkutan di Bogor oleh personel Polsek Cisarua,” katanya di Bandung, Senin. Ade menjelaskan operasi pencarian berawal dari korban yang melaporkan dirinya terjatuh ke jurang di lembah Gunung Burangrang pada Minggu (19/10) pukul 11.00 WIB.
Menurut keterangan korban, ia melakukan pendakian seorang diri menuju puncak Gunung Burangrang via jalur Tanjakan Mentari. Dalam perjalanan menuju pos terdekat, korban terpeleset dan terjatuh pada ketinggian kurang lebih 531 meter dari puncak Gunung Burangrang.
“Korban mengalami kondisi fisik yang mengakibatkan dirinya tidak mampu untuk melanjutkan perjalanan sehingga memohon bantuan evakuasi ke pihak basecamp dan Kantor SAR Bandung,” kata dia. Ade mengungkapkan, dengan ditemukannya pendaki dalam keadaan selamat, maka operasi SAR dinyatakan selesai. “Seluruh unsur SAR yang terlibat tentunya kembali ke satuannya masing masing,” kata dia.
Ayah dan Anak
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, tim SAR gabungan berhasil menemukan dua pendaki yang merupakan ayah dan anak, yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di jalur pendakian Lembah Tengkorak, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (16/10).
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung Moch Adip menyebutkan kedua pendaki tersebut ditemukan dengan keadaan selamat pada pukul 14.50 WIB.
“Selanjutnya kedua pendaki dibawa ke puskesmas terdekat oleh pihak keluarga untuk dilaksanakan pemeriksaan kesehatan lanjutan,” kata dia di Bandung, Jumat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menyebut kedua korban yang dilaporkan hilang itu, bernama Deden Yudi (42) dan anaknya, Zaizafan Dhiya (19).
Ia menjelaskan kedua pendaki itu diketahui berangkat melakukan aktivitas pendakian sejak Rabu (15/10), sekitar pukul 06.30 WIB dengan rencana perjalanan pergi dan pulang pada hari yang sama.
Namun, hingga Kamis (16/10) malam, keduanya tidak kunjung kembali ke rumah, sehingga pihak keluarga dan pengelola basecamp Lembah Tengkorak melaporkan kejadian tersebut kepada petugas.
Selain melakukan penyisiran via darat, tim SAR juga menggunakan metode observasi visual serta pemantauan udara dengan bantuan drone UAV untuk memperluas area pengamatan di wilayah berbukit dan hutan lebat yang sulit dijangkau.
“Kondisi medan cukup menantang dengan vegetasi rapat dan kontur curam, sehingga kami mengandalkan koordinasi antar-pos dan pemantauan udara untuk mempercepat proses pencarian,” kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!