Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PTPN Group Siap Kawal dan Perkuat Swasembada Pangan

📅 Rabu, 24 Sep 2025, 20:37 WIB | Oleh:
PTPN Group Siap Kawal dan Perkuat Swasembada Pangan Doc: PTPN Group
Ket. PTPN Group berkomitmen penuh membangun ekosistem pangan yang berkeadilan bagi petani.

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi mendeklarasikan di Sidang PBB bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras dengan tingkat produksi dan cadangan beras tertinggi sepanjang sejarah. Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan bangsa menuju kedaulatan pangan, sekaligus bukti nyata kerja keras petani Indonesia.

Presiden Prabowo menegaskan, capaian swasembada beras merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, terutama para petani sebagai ujung tombak produksi pangan nasional. Menurutnya, capaian ini menjadi salah satu pembuktian bahwa Indonesia bisa mandiri dan berdaulat dalam pangan.

Sejalan dengan itu, BUMN pangan yang terdiri dari Bulog, ID Food, Pupuk Indonesia, dan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), turut memperkuat ekosistem pangan nasional dari hulu hingga hilir. Sinergi ini mencakup ketersediaan pupuk dan sarana produksi, distribusi hasil panen, pengelolaan stok, hingga jaminan harga yang adil bagi petani.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, menyampaikan bahwa PTPN Group berkomitmen penuh membangun ekosistem pangan yang berkeadilan bagi petani. Antara lain melalui perbaikan tata kelola lahan, peningkatan produktivitas, serta integrasi rantai pasok pangan nasional.

“Kami memastikan petani mendapatkan manfaat yang sepadan dari kerja keras mereka,” ungkapnya melalui siaran pers pada hari Rabu (24/9).

Denaldy menambahkan, bahwa swasembada beras bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari penguatan kedaulatan pangan nasional. Bersama dengan BUMN pangan lain berupaya memperkuat sinergi untuk menjaga stabilitas produksi.

“Tentunya kami bersama BUMN pangan lain akan terus memperkuat sinergi untuk menjaga stabilitas produksi, distribusi, dan harga pangan, sehingga kesejahteraan petani tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Deklarasi swasembada beras ini menjadi babak baru pembangunan pertanian nasional. Capaian ini juga sekaligus penegasan bahwa kemandirian pangan hanya bisa terwujud dengan keberpihakan kepada petani dan kerja sama seluruh pihak.

Sebelumnya atas capaian swasembada pangan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan apresiasi kepada petani Indonesia. Menurutnya, keberhasilan ini adalah hadiah bagi petani bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional.

“Capaian swasembada beras adalah bukti keberpihakan pemerintah kepada petani melalui kebijakan nyata: refocusing anggaran untuk produksi pangan, penetapan HPP sebesar 6.500 rupiah per kilogram, penghapusan rafaksi harga, hingga pembangunan ekosistem pangan yang berkeadilan. Inilah wujud nyata pemerintah hadir untuk petani,” ungkapnya.

Sejalan dengan itu, BUMN pangan yang terdiri dari Bulog, ID Food, Pupuk Indonesia, dan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), turut memperkuat ekosistem pangan nasional dari hulu hingga hilir. Sinergi ini mencakup ketersediaan pupuk dan sarana produksi, distribusi hasil panen, pengelolaan stok, hingga jaminan harga yang adil bagi petani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.