Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KemenPPPA Dorong Optimalisasi Distribusi MBG untuk Ibu-Anak

📅 Jumat, 30 Jan 2026, 16:50 WIB | Oleh:
KemenPPPA Dorong Optimalisasi Distribusi MBG untuk Ibu-Anak Doc: Humas Kementerian PPPA
Ket. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi

JAKARTA - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mendorong optimalisasi distribusi MBG guna memastikan pemenuhan gizi ibu hamil, balita, dan anak rentan. Penguatan distribusi dinilai penting agar program menjadi fondasi peningkatan gizi generasi sekaligus mendukung pengasuhan sehat keluarga.

“KemenPPPA mendukung Program MBG yang telah berjalan satu tahun dan memberikan manfaat nyata bagi anak-anak. Ke depan, jangkauan program harus diperkuat agar anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus juga merasakan pemenuhan gizi,” kata Menteri PPPA, Arifah Fauzi, dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (30/1).

Arifah menegaskan, pemenuhan gizi anak tidak cukup hanya di sekolah, tetapi harus berlanjut di rumah melalui penguatan peran orang tua. Arifah menilai peningkatan kapasitas ibu dapat mendorong ketahanan pangan keluarga sekaligus kemandirian ekonomi perempuan.

“Penguatan peran ibu menjadi kunci keberlanjutan MBG. Perempuan perlu dibekali pemahaman gizi dan ketahanan pangan, termasuk memanfaatkan pekarangan sebagai kebun keluarga produktif,” ucap Arifah.

Selain itu, Arifah menegaskan SPPG harus menjadi ruang kerja aman, bebas kekerasan, demi melindungi pekerja perempuan sepenuhnya. Ia menekankan tata kelola layanan harus berperspektif perlindungan perempuan dan anak.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menekankan penyelarasan dan validasi data penerima MBG agar penyaluran tepat sasaran serta akuntabel bagi seluruh keluarga. Data balita, ibu hamil, dan ibu menyusui akan disinkronkan lintas kementerian, termasuk BKKBN dan Kementerian Kesehatan.

“Dalam pengelolaan MBG masih ada perbedaan data. Semua akan kita selaraskan agar mendapat data terbaik. Perkembangan anak juga akan diukur sebelum dan sesudah menerima MBG,” kata Zulkifli.

Ia menambahkan, selama bulan puasa layanan MBG tetap berjalan. Distribusi MBG bagi balita, ibu hamil, menyusui tetap berjalan, sementara anak sekolah disesuaikan waktu dan jenis makanan.

“Prinsipnya, pelayanan MBG tidak boleh berhenti bagi seluruh kelompok sasaran. Program MBG diharapkan menjadi langkah strategis pemerintah dalam menekan stunting,” ucap Zulkifli. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.