Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Komoditas Ekspor Sulawesi Selatan Telah Jangkau 63 Negara

📅 Jumat, 24 Apr 2026, 20:20 WIB | Oleh:
Komoditas Ekspor Sulawesi Selatan Telah Jangkau 63 Negara Doc: antara foto
Ket. Kepala Balai Besar Karantina Sulsel Sitti Chadidjah di Makassar, Jumat (24/4).

MAKASSAR - Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan mencatat komoditas ekspor dari Sulawesi Selatan telah menjangkau ke 63 negara dengan beragam komoditas, namun didominasi dari sektor perikanan dan pertanian.

Kepala Balai Besar Karantina Sulsel Sitti Chadidjah di Makassar, Jumat (24/4) menyampaikan data ekspor yang disertifikasi melalui Karantina Sulawesi Selatan menunjukkan performa yang impresif.

"Komoditas asal daerah ini telah menembus 63 negara tujuan dengan total volume mencapai 355.431 ton dan nilai ekspor sekitar Rp11,1 triliun sepanjang 2025," katanya.

Komoditas unggulan ekspor di sektor perikanan seperti udang vannamei, tuna, kerapu, gurita, dan karagenan menyumbang nilai ekspor sekitar Rp5,6 triliun.

Kemudian pada sektor pertanian terdapat komoditas rumput laut, kelapa bulat, kakao, kacang mede, dan porang yang memiliki nilai ekonomi sekitar Rp5,5 triliun. Terdapat juga komoditas hewan yang diekspor meliputi awetan kupu-kupu, kulit reptil, sarang burung walet, dan madu yang diperkirakan memiliki nilai ekonomi sekitar Rp979 juta.

"Komoditas tersebut telah diekspor ke berbagai negara antara lain China, Jepang, Amerika Serikat, Australia, Vietnam, Korea Selatan, hingga negara-negara Eropa seperti Belanda dan Prancis," tambah Sitti Chadidjah.

Selain ekspor, terdapat juga lalu lintas domestik keluar (dokel) mencapai sekitar 439,55 juta kilogram dengan nilai Rp5,12 triliun, dan domestik masuk (domas) sebesar 115,39 juta kilogram dengan nilai Rp1,39 triliun. Sedangkan untuk impor tercatat volume sekitar 264,35 juta kilogram dengan nilai mencapai Rp1,10 triliun.

Sehari sebelumnya, pihak Balai Karantina Nasional mendapat kunjungan anggota Komisi IV DPR RI yang meninjau langsung fasilitas dan sejumlah komoditas unggulan dari Balai Besar Karantina Sulsel di Makassar.

Pada kesempatan ini, tercipta komitmen bersama antara Barantin dan Komisi IV DPR RI yang berharap menjadi fondasi kokoh dalam mewujudkan sistem karantina yang maju.

Melalui dukungan tersebut, diharapkan ke depannya Barantin dapat lebih kuat sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan perkarantinaan di seluruh pintu pemasukan dan pengeluaran, khususnya di kawasan timur Indonesia yang memiliki potensi besar sekaligus tantangan yang tidak ringan.

Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat M. Panggabean menyebut penguatan karantina terus dilakukan secara menyeluruh melalui transformasi layanan digital, modernisasi laboratorium, maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Dukungan terhadap penguatan kelembagaan meliputi transformasi layanan digital, modernisasi laboratorium hingga peningkatan SDM diharapkan dapat semakin memperkuat peran karantina dalam menjaga ketahanan pangan nasional," ujar Sahat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Parah, Kualitas Udara Jakar...
Daerah
Uji Emisi Gratis Kendaraan ...
Ekonomi
Menko Perekonomian Kaji Pen...
Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

25 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 2
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
# 2
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
📅 Kamis, 25-Jun-2026
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.