Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Marcell Siahaan Ungkap 'AI' Hanya Alat Bukan Pengganti Manusia

📅 Rabu, 22 Jul 2026, 18:30 WIB | Oleh:
Marcell Siahaan Ungkap 'AI' Hanya Alat Bukan Pengganti Manusia Doc: RRI/Hana Syarif
Ket. Marcell Siahaan

JAKARTA - Kemajuan teknologi AI terus membuka peluang baru dalam proses berkarya, bekerja, dan berinovasi di era digital. Di sisi lain, AI harus diregulasi agar pemanfaatannya tidak mengabaikan legalitas maupun kepentingan para kreator.

“AI ini memang menjadi concern kita bersama di seluruh dunia. Kita memikirkan bagaimana untuk bisa meregulasi dan mengawal supaya AI ini bisa berjalan beriringan dengan kemanusiaan,” kata musisi sekaligus Komisaris Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), Marcell Siahaan saat diwawancarai dalam acara 32nd ABU Intellectual Property and Legal Committee, di Jakarta, Rabu (22/7).

Ia mengatakan, AI merupakan teknologi yang tidak dapat dihindari. Namun menurut dia, manusia harus tetap menjadi pihak yang mengendalikan teknologi tersebut, bukan sebaliknya.

"AI itu memang inevitable, enggak bisa dilawan, cepat atau lambat. Tapi kita harus memposisikan diri kita sebagai pilot, bukan diperbudak oleh AI," kata dia.

Menurut dia, pengembangan AI membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari lembaga hak kekayaan intelektual hingga perusahaan teknologi. Menurutnya, seluruh pihak harus memiliki kepentingan yang sama agar perkembangan AI tidak justru merugikan masyarakat.

AI, tambah dia, seharusnya diposisikan sebagai alat untuk menambah nilai bagi manusia, bukan menggantikan kemampuan yang dimiliki seseorang. Karena itu, masyarakat didorong terus meningkatkan keterampilan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Pada akhirnya nanti semua kinerja ini akan terpapar oleh AI. Jadi kita harus melek teknologi, jangan jadi orang yang terlalu konvensional,” ucap dia.

Marcell juga menyoroti pemanfaatan AI di industri musik yang semakin berkembang, terutama dalam pengelolaan data dan analitik karya. Menurut dia, sistem tersebut dapat membantu musisi memahami pasar sekaligus mengoptimalkan distribusi karya secara lebih efektif.

Meski demikian, ia mengingatkan AI tidak dapat menggantikan tanggung jawab seorang musisi terhadap karya yang dihasilkannya. Seorang musisi harus tetap mengandalkan bakat terbaiknya saat tampil di atas panggung.

"Kalau kalian bikin lagu dari AI, mau sebagus apa pun, kalian akan dihadapkan pada responsibility atau consequences. Kalau kalian ternyata nyanyinya nggak beres, atau main musiknya nggak beres, kalian bisa nggak bertanggung jawab?" kata dia.

Sementara itu, pemerintah Indonesia sendiri berupaya membangun kerangka hukum yang mampu melindungi kreativitas manusia tanpa menghambat inovasi teknologi. Perlindungan tersebut mencakup hak moral, hak ekonomi, serta pemberian imbalan yang adil kepada para kreator.

“Indonesia berupaya melindungi kreativitas manusia tanpa menghambat inovasi. Perlindungan tersebut mencakup hak moral dan hak ekonomi para kreator. Oleh karena itu, riset dan pendidikan perlu terus didorong, disertai pemberian kepastian hukum bagi para kreator,” ucap Analis Hukum Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumhan, Achmad Iqbal Taufiq, pada kesempatan yang sama.

Taufiq menambahkan AI hanyalah alat bantu yang tidak bisa mengontrol secara penuh. Ia berharap agar semua pihak dan kalangan mempunyai tujuan yang sama, yaitu berkolaborasi dengan bijak bersama teknologi. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.