Populasi Tiongkok Menurun Selama 4 Tahun Berturut-Turut
📅 Selasa, 20 Jan 2026, 00:09 WIB | Oleh: Tim RedaksiPergerakan penduduk telah memperburuk tantangan demografis dengan banyaknya orang yang pindah dari pertanian pedesaan ke kota, di mana memiliki anak lebih mahal.
Data menunjukkan bahwa tingkat urbanisasi Tiongkok mencapai 68 persen pada tahun 2025, meningkat dari sekitar 43 persen pada tahun 2005.
Para pembuat kebijakan telah menjadikan perencanaan populasi sebagai bagian penting dari strategi ekonomi negara, dan tahun ini Beijing menghadapi potensi biaya total sekitar 180 miliar yuan (US$25,8 miliar) untuk meningkatkan angka kelahiran.
Biaya utama meliputi subsidi anak nasional, yang diperkenalkan untuk pertama kalinya tahun lalu, serta janji bahwa perempuan selama kehamilan tidak akan mengeluarkan biaya sendiri pada tahun 2026, dengan semua biaya medis, termasuk fertilisasi in vitro (IVF), sepenuhnya dapat diganti di bawah dana asuransi kesehatan nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tiongkok sendiri memiliki salah satu tingkat kesuburan terendah di dunia, yaitu sekitar 1 kelahiran per perempuan, jauh di bawah angka penggantian populasi sebesar 2,1. Negara-negara ekonomi Asia timur lainnya, termasuk Taiwan, Korea Selatan, dan Singapura, juga memiliki tingkat kesuburan yang rendah, yaitu sekitar 1,1 kelahiran per perempuan.
Jumlah perempuan usia reproduktif di Tiongkok, yang didefinisikan oleh PBB sebagai perempuan berusia 15 hingga 49 tahun, diperkirakan akan menurun lebih dari dua pertiga menjadi kurang dari 100 juta pada akhir abad ini. ils/CNA/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!