Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Disdik Beri Payung Hukum untuk Menindak Penyalahgunaan Gawai di Sekolah

📅 Selasa, 20 Jan 2026, 01:14 WIB | Oleh:
Disdik Beri Payung Hukum untuk Menindak Penyalahgunaan Gawai di Sekolah Doc: ist
Ket. jangan biarkan gawai mengganggu belajar

JAKARTA – Kini tak dapat sembarangan menggunakan gawai di lingkungan sekolah. Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jakarta menerbitkan Surat Edaran Nomor e-0001/SE/2026 tentang Pemanfaatan Gawai Dengan Bijak di Lingkungan Satuan Pendidikan, Senin (19/1).

Peluncuran kebijakan ini dilaksanakan di Auditorium Ki Hajar Dewantara Lantai 5 Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dan menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan iklim belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi peserta didik.

Surat Edaran tersebut ditujukan untuk mendorong penggunaan gawai yang bijak melalui pembatasan pemanfaatan gawai selama jam sekolah berlangsung di seluruh lingkungan satuan pendidikan. Pembatasan ini berlaku dengan pengecualian pada kondisi khusus sesuai kebutuhan pembelajaran dan pada tempat yang telah ditentukan oleh sekolah.

Kepala Disdik Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana mengatakan, kebijakan ini bertujuan meminimalkan distraksi digital untuk melindungi kualitas kognitif dan ketenangan psikologis generasi masa depan.

Melalui kebijakan ini, sekolah diharapkan dapat mengelola penggunaan teknologi secara proporsional tanpa menghambat proses belajar-mengajar.

“Aturan ini tidak dimaksudkan sebagai larangan penuh terhadap penggunaan gawai dalam bentuk apapun, tetapi sebagai bentuk perlindungan dari risiko yang mungkin dialami oleh murid ketika menggunakan gawai secara tidak bijak,” ujarnya.

Ia menyampaikan, penggunaan gawai saat ini membawa berbagai risiko bagi anak, seperti kecanduan digital, perundungan digital (cyberbullying), serta dampak negatif terhadap kesehatan mental dan fisik.

Nahdiana menjelaskan, berdasarkan kajian UNICEF tahun 2023 terkait kebiasaan penggunaan internet anak Indonesia, disebutkan bahwa 54 persen anak pernah mengalami perundungan ketika menggunakan internet. Ia juga menyoroti kondisi perkembangan anak yang masih berada pada fase kontrol diri yang belum matang.

“Risiko penggunaan gawai yang tidak bijak dapat berdampak langsung pada kesehatan psikologis, sosial, dan fisiologis anak,” katanya.

Dalam konteks sekolah, sambungnya, penggunaan gawai secara tidak bijak juga dapat berujung pada terganggunya proses belajar serta tidak terjalinnya hubungan bermakna dengan warga sekolah lainnya.

Nahdiana mengungkapkan, kajian Smartphone Regulation in Schools: Indonesia’s Context, tercatat 53 persen guru melaporkan murid menjadi tidak fokus saat jam pelajaran dengan keberadaan smartphone, dan 64 persen guru melaporkan murid lebih memilih menggunakan smartphone dibandingkan berinteraksi tatap muka.

Selain itu, survei Dinas Pendidikan DKI Jakarta terhadap 70 satuan pendidikan yang telah melakukan pilot pembatasan gawai pada 2025 menunjukkan lebih dari 60 persen murid merasa pembatasan gawai membuat mereka lebih fokus belajar.

“Hasil FGD dengan perwakilan murid SMP dan SMA juga menyatakan bahwa hari tanpa gawai merupakan pengalaman yang menyenangkan dan memanusiakan karena memungkinkan mereka lebih melihat, merasakan, dan terhubung dengan lingkungan sekitar,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Sarjoko menyampaikan, tujuan utama kebijakan ini adalah melindungi siswa dari dampak negatif teknologi digital.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.