Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRIN Teliti Kemasan Ramah Lingkungan dengan Metode Kertas Lapis Minyak Nabati

📅 Selasa, 20 Jan 2026, 18:22 WIB | Oleh:
BRIN Teliti Kemasan Ramah Lingkungan dengan Metode Kertas Lapis Minyak Nabati Doc: Antara/Moch Asim
Ket. Ilustrasi penelitian di laboratorium.

JAKARTA - Peneliti Pusat Riset Kimia Molekuler Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Zatil Afrah Athaillah mengembangkan metode pelapisan kertas menggunakan bahan lemak nabati sebagai alternatif kemasan makanan ramah lingkungan.

Melalui keterangan di Jakarta, Selasa (20/1), Zatil mengungkapkan dia telah menguji beberapa jenis minyak nabati, antara lain minyak walnut, kemiri, kedelai, dan linseed sejak awal 2025.

"Minyak-minyak ini dipilih karena memiliki karakteristik yang memungkinkan terbentuknya lapisan pelindung pada permukaan kertas. Sementara itu, minyak-minyak lain seperti minyak sawit dan zaitun juga sempat diuji, tetapi hasilnya belum memenuhi kriteria karena masih tembus air dan minyak," katanya.

Zatil mengatakan keberhasilan pelapisan diuji melalui serangkaian pengujian. Uji paling dasar dilakukan dengan meneteskan air dan minyak di permukaan kertas, lalu diamati apakah terjadi rembesan ke bagian bawah.

Pengamatan dilakukan hingga 60 menit. Jika kertas tidak menunjukkan perubahan tampilan dan tidak tembus air maupun minyak hingga batas waktu tersebut, maka pelapisan dinilai berhasil.

"Kalau diperlukan, sebenarnya pengujian bisa dilakukan lebih lama," lanjut dia.

Selain uji tetes sederhana, pengamatan juga dilakukan menggunakan mikroskop 3D. Dengan alat ini, Zatil dan tim dapat melihat bentuk tetesan air dari sisi samping kertas dan sudut kontaknya dapat diukur.

Pada kertas tanpa pelapis, tetesan air cenderung melebar. Sebaliknya, pada kertas yang telah dilapisi minyak nabati, tetesan air tampak lebih membulat. Pengukuran menunjukkan sudut kontak air pada kertas berlapis mendekati 90 derajat, yang menandakan permukaan kertas lebih tahan terhadap air (bersifat hidrofobik).

Pengujian lain meliputi uji kekuatan dan kelenturan kertas menggunakan texture analyzer, uji gugus fungsi pada kertas dengan fourier transform infrared (FTIR), uji kristalinitas menggunakan x-ray diffraction (XRD), uji kekentalan minyak, serta analisis komposisi asam lemak.

Morfologi kertas juga diamati menggunakan berbagai teknik mikroskopi, termasuk scanning electron microscopy (SEM).

"Dari sisi sifat mekanik, kertas berlapis minyak nabati menunjukkan kekuatan dan kelenturan yang mirip, bahkan dalam beberapa kasus lebih baik dibandingkan kertas tanpa pelapis," ujarnya.

Saat ini, hasil riset masih berupa lembaran kertas yang telah dilapisi, belum dibentuk menjadi produk kemasan seperti gelas atau wadah makanan. Meski demikian, metode ini telah didaftarkan dan memperoleh paten pada 2025 melalui skema pendanaan Rumah Program Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (ORNM) BRIN.

Ke depan, Zatil berharap riset ini dapat dilanjutkan dengan pengujian sensori untuk mengetahui apakah lapisan tersebut memengaruhi rasa atau aroma minuman, seperti kopi atau teh. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Megapolitan
Terus Diobok-obok, Kampung ...
Advertisement
Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.