Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kembali ke Estadio Azteca Setelah 40 Tahun, Hugo Broos Bidik Akhir Indah Bersama Timnas Afrika Selatan

📅 Kamis, 11 Jun 2026, 07:00 WIB | Oleh:
Kembali ke Estadio Azteca Setelah 40 Tahun, Hugo Broos Bidik Akhir Indah Bersama Timnas Afrika Selatan Doc: AFP
Ket. Hugo Broos.

JOHANNESBURG, AFRIKA SELATAN – Empat dekade setelah tampil sebagai pemain Belgia di laga pembuka Piala Dunia 1986 melawan tuan rumah Meksiko, Hugo Broos akan kembali menginjakkan kaki di Stadion Azteca. Kali ini, ia datang bukan sebagai pemain, melainkan pelatih yang memimpin Afrika Selatan menghadapi Meksiko pada pertandingan pembuka Piala Dunia 2026.

Laga antara Meksiko dan Afrika Selatan di Mexico City pada hari Jumat (12/6) lagi WIB menjadi penanda dimulainya turnamen sepak bola terbesar dunia. Piala Dunia 2026 akan menghadirkan 104 pertandingan sebelum juara baru dinobatkan pada tanggal 19 Juli di New Jersey.

Broos mengaku perjalanan kariernya seperti kisah yang sulit dibuat oleh seorang penulis film.

“Tidak ada penulis Hollywood yang bisa membuat cerita lebih baik. Saya pernah bermain di pertandingan pembuka Piala Dunia, dan sekarang 40 tahun kemudian saya akan menjadi salah satu pelatih di laga pembuka Piala Dunia,” ujar Broos kepada AFP.

Piala Dunia 2026 menjadi babak akhir perjalanan panjang pria asal Belgia tersebut di sepak bola, baik sebagai pemain maupun pelatih. Kariernya telah berlangsung selama 56 tahun.

Pelatih berusia 74 tahun itu berharap bisa menutup perjalanan tersebut dengan pencapaian bersejarah bersama Afrika Selatan.

“Saya memimpikan akhir yang indah, yaitu membawa Afrika Selatan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya setelah tiga kali tersingkir di babak grup,” katanya.

“Ketika Afrika Selatan tersingkir dari turnamen ini, saya akan mengucapkan selamat tinggal kepada sepak bola. Usia saya sudah 74 tahun dan waktunya tiba untuk bersama istri, dua putri, satu putra, serta delapan cucu saya.”

Setelah menghadapi Meksiko, Afrika Selatan akan bertemu Republik Ceko dan Korea Selatan di Grup A. Dua tim teratas grup akan lolos otomatis ke fase gugur bersama delapan tim peringkat ketiga terbaik dari 12 grup.

Pertemuan Meksiko dan Afrika Selatan juga memiliki sejarah. Kedua negara pernah bertemu dalam laga pembuka Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan yang berakhir imbang 1-1.

Broos yang menangani Afrika Selatan sejak 2021 menyadari tantangan besar menghadapi Meksiko, terutama dengan dukungan fanatik suporter tuan rumah.

“Meksiko adalah tim bagus dan ambisius dengan permainan yang menekankan pergerakan. Kami harus tampil dalam level terbaik. Kami harus tahu apa yang dilakukan ketika mereka menguasai bola maupun ketika kami memegang bola,” ujar Broos.

Meski demikian, pelatih veteran itu percaya tiga poin sudah cukup untuk membawa Afrika Selatan melaju ke babak berikutnya.

“Tiga poin akan membuat kami lolos. Keempat tim di Grup A tidak terlalu berbeda dalam kualitas. Itu berarti kami menghadapi tiga pertandingan berat. Misi kami adalah menciptakan sejarah dengan mencapai babak kedua,” tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
kj cup 26

Open Dining of Jakarta, Wisata Kuliner Baru di Atas Bus dengan Panorama Ibu Kota

Open Dining of Jakarta, Wisata Kuliner Baru di Atas Bus dengan Panorama Ibu Kota

25 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.