Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tarif Trump Tuai Perlawanan, Demokrat Senat AS Upayakan Pemblokiran

📅 Minggu, 18 Jan 2026, 17:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tarif Trump Tuai Perlawanan, Demokrat Senat AS Upayakan Pemblokiran Doc: Antara
Ket. Pemimpin Mayoritas Senat Amerika Serikat (AS) dari partai Demokrat, Chuck Schumer.

Istanbul - Senat Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat menyatakan akan mengajukan rancangan undang-undang untuk menghentikan rencana Presiden Donald Trump memberlakukan tarif impor terhadap negara-negara Eropa, di tengah memanasnya ketegangan terkait wacana pembelian Greenland.

Langkah itu disampaikan Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer pada Sabtu (17/1), sebagai respons atas kebijakan yang dinilai berisiko memperburuk ekonomi dan hubungan transatlantik.

“Tarif ceroboh Donald Trump sudah menaikkan harga dan merusak perekonomian kita, dan sekarang ia justru memperburuk keadaan,” kata Schumer dalam sebuah pernyataan.

Ia menyebut rencana pengenaan tarif terhadap sekutu dekat Amerika itu sebagai tindakan “tidak masuk akal”, apalagi dikaitkan dengan ambisi Trump untuk mengambil alih Greenland.

Menurut Schumer, Demokrat tidak akan tinggal diam ketika kebijakan tersebut mengancam stabilitas ekonomi domestik dan hubungan dengan mitra Eropa.

Schumer menegaskan bahwa Partai Demokrat tengah menyiapkan langkah legislasi untuk memblokir tarif tersebut sebelum menimbulkan “kerusakan lebih lanjut” bagi perekonomian AS dan negara-negara sekutu di Eropa.

Ia menilai kebijakan tarif sebagai alat tekanan politik yang justru akan berdampak balik pada konsumen dan dunia usaha di AS.

Trump sebelumnya mengatakan akan memberlakukan tarif sebesar 10 persen atas barang-barang dari sejumlah negara anggota NATO, yakni Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia.

Ia mengaitkan kebijakan tersebut dengan keberadaan militer negara-negara itu di Greenland, wilayah otonom yang masih berada di bawah Kerajaan Denmark.

Trump juga menyatakan tarif tersebut akan dinaikkan menjadi 25 persen mulai Juni apabila Amerika Serikat gagal membeli Greenland.

Ia berdalih bahwa kendali AS atas wilayah strategis di kawasan Arktik itu diperlukan untuk mencegah potensi ancaman dari China dan Rusia. Pernyataan tersebut menuai kritik luas di Eropa.

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer secara terbuka mengecam ancaman tarif tersebut.

Macron menegaskan bahwa Eropa akan merespons secara “bersatu dan terkoordinasi” jika kebijakan itu benar-benar diterapkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
Advertisement
gaia musik festival
Megapolitan
Pemkab Karawang Siapkan PSE...

KKP Antarkan Lele Marinasi Asal Bandung Tembus Pasar Taiwan

25 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
KKP Antarkan Lele Marinasi ...
GIIAS 2026 Tunjukkan Tren Positif hingga Hari Terakhir, Antusiasme pada Perkembangan Dunia Otomotif Meningkat

GIIAS 2026 Tunjukkan Tren Positif hingga Hari Terakhir, Antusiasme pada Perkembangan Dunia Otomotif Meningkat

09 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.