Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Video Viral Guru Diduga Dikeroyok Siswa di SMKN 3 Tanjab Timur, Polisi Turun Tangan

📅 Jumat, 16 Jan 2026, 03:35 WIB | Oleh:
Video Viral Guru Diduga Dikeroyok Siswa di SMKN 3 Tanjab Timur, Polisi Turun Tangan Doc: ANTARA/HO-Hendri Rosta.
Ket. Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP Ade Chandra saat memberikan keterangan hasil mediasi setelah keributan yang melibatkan guru dan siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur, Kamis (15/1).

KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR - Kepolisian Resor Tanjung Jabung Timur bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jambi memfasilitasi mediasi menyusul viralnya video dugaan pengeroyokan siswa terhadap seorang guru di SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur). Langkah ini dilakukan untuk meredam konflik sekaligus mencari solusi terbaik bagi semua pihak.

Mediasi digelar menyusul video viral dugaan pengeroyokan siswa terhadap seorang guru Bahasa Inggris di sekolah tersebut. Proses mediasi berlangsung di ruang majelis guru dan dihadiri unsur kepolisian, TNI, kejaksaan, serta perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Kamis.

"Kami berupaya mencari solusi terbaik bagi semua pihak agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara adil dan kondusif," kata Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP Ade Chandra di Tanjab Timur.

Ia mengatakan pihaknya menyesalkan terjadinya insiden yang mencoreng dunia pendidikan tersebut. Kepolisian saat ini masih mendalami kronologi kejadian untuk mendapatkan gambaran utuh peristiwa yang sebenarnya.

Namun, dalam proses mediasi tersebut, guru yang terlibat dalam insiden, Agus Saputra tidak hadir. Diketahui ketidakhadiran tersebut merupakan yang kedua kalinya dari undangan mediasi yang telah dilayangkan.

Akibat insiden ini, aktivitas belajar mengajar di SMK Negeri 3 Berbak sempat dihentikan sementara guna menjaga situasi agar tetap kondusif.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Harmonis menyampaikan pihaknya sangat menyayangkan kejadian tersebut.

Ia menyatakan Dinas Pendidikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait tuntutan siswa dan sejumlah tenaga pengajar yang meminta agar guru bersangkutan tidak lagi mengajar di sekolah tersebut.

"Kami segera melakukan evaluasi sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku,"ungkap Harmonis.

Di sisi lain, seorang siswa yang mengaku menjadi korban dalam insiden tersebut menyampaikan keributan bermula dari kesalahpahaman di dalam kelas. Peristiwa itu kemudian memicu emosi siswa lain hingga berujung pada aksi kekerasan.

Pihak sekolah berharap persoalan yang terjadi dapat segera diselesaikan dengan baik sehingga proses belajar mengajar di SMK Negeri 3 Berbak dapat kembali berjalan normal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.