Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program Ketahanan Pangan Mampu Mendongkrak Produksi Pertanian di Banyuwangi

📅 Kamis, 25 Sep 2025, 23:35 WIB | Oleh:
Program Ketahanan Pangan Mampu Mendongkrak Produksi Pertanian di Banyuwangi Doc: Antara
Ket. Bupati Banyuwangi, Jawa Timur, Ipuk Fiestiandani saat dialog bersama petani di Kecamatan Rogojampi.

Banyuwangi - Berbagai program ketahanan pangan yang digulirkan oleh Presiden Prabowo Subianto dinilai mampu mendongkrak produksi pertanian di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Kamis, mengemukakan para petani di daerah itu saat ini tidak lagi kesulitan mendapatkan pupuk dan harga gabah kering panen terjaga, melebihi harga pembelian pemerintah (HPP).

"Hal ini diungkapkan saat kami dialog langsung dengan para petani dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi, Rabu (24/9) kemarin," katanya.

Ipuk menceritakan, dalam dialog itu perwakilan Gapoktan Desa Mangir bersyukur karena di masa Presiden Prabowo pupuk lancar, dan harga gabah Rp7.300 atau di atas HPP yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.

Bupati mengaku bersyukur berbagai program ketahanan pangan baik dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah setempat telah dirasakan manfaatnya oleh para petani.

"Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat dan provinsi serta seluruh pihak yang terlibat, ini semua juga berkat kerja keras dari para petani," kata Ipuk.

Menurutnya, di Banyuwangi saat ini surplus padi dan masuk lima besar penyumbang padi terbesar di Jawa Timur, termasuk produksi tanaman hortikultura seperti buah naga, jambu dan lainnya juga meningkat.

Ipuk menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pertanian di Banyuwangi dan akan terus mengupayakan untuk memperluas bantuan alat-alat pertanian yang dibutuhkan petani.

Selain itu, lanjutnya, Pemkab Banyuwangi juga berkomitmen untuk menguatkan sistem irigasi dan infrastruktur pertanian, mengoptimalkan distribusi pupuk dan benih unggul.

"Termasuk mengolah hasil panen agar bernilai tambah melalui hilirisasi dan diversifikasi pangan, serta mendorong mekanisasi dan digitalisasi pertanian," kata Ipuk.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi Ilham Juanda menambahkan hasil panen petani cukup melimpah meski sempat terkendala hama.

"Secara keseluruhan produksi beras Banyuwangi hingga saat ini masih surplus," ujarnya.

Data diperoleh, pada periode Januari-Mei 2025 produksi beras di Banyuwangi mencapai 228.000 ton, sementara kebutuhan masyarakat Banyuwangi pada periode itu sekitar 68.000 ton, sehingga ada surplus 159.000 ton beras.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.