Sorak Diaspora Venezuela Pecah di Chili, Isu Nicolas Maduro Picu Harapan Pulang Kampung
📅 Minggu, 11 Jan 2026, 18:35 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohMayoritas warga Venezuela di Chili berusia muda, dengan hanya lima persen berusia di atas 45 tahun. Namun kehadiran mereka juga memicu resistensi sosial dan politik.
"Ketika berita kejahatan muncul, kewarganegaraan pelaku sering disebut jika pelakunya orang asing," kata Montesinos.
Presiden terpilih Chili dari sayap kanan, José Antonio Kast, memanfaatkan isu migrasi dalam kampanye Desember lalu. Ia mengaitkan migrasi ilegal dengan rasa tidak aman publik dan ancaman kejahatan terorganisir.
Diperkirakan sekitar 334.000 warga Venezuela tinggal secara ilegal di Chili. Kast mengusulkan kebijakan keras, mulai dari fasilitas penahanan hingga deportasi agresif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kast menyambut intervensi AS terhadap Venezuela sebagai kabar baik. Sementara mantan Presiden Gabriel Boric memperingatkan, Hari ini Venezuela, besok bisa jadi negara lain mana pun.
Roberto Becerra, aktivis oposisi yang tiba di Chili pada 2017, mengatakan diaspora berperan menjaga isu Venezuela tetap terlihat. Ia menyebut komunitas luar negeri menjadi suara bagi mereka yang dibungkam di dalam negeri.
"Kami adalah suara bagi mereka yang tidak bisa bersuara," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di tengah ketidakpastian, banyak diaspora tetap menyimpan mimpi kembali ke Venezuela. Montesinos mengatakan ia siap pulang jika ada kesempatan membantu membangun kembali negaranya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!