Nicolas Maduro Mengaku Sebagai Tawanan Perang di Pengadilan AS, Tolak Semua Dakwaan
📅 Selasa, 06 Jan 2026, 20:20 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Reuters
JAKARTA - Pemimpin Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, secara resmi menyatakan tidak bersalah atas empat dakwaan berat terkait dugaan pengendalian operasi perdagangan kokain berskala besar. Dakwaan itu menuding jaringan pejabat tinggi pemerintahan Venezuela terlibat langsung dalam peredaran narkotika internasional.
Maduro dan Flores menjalani penampilan perdana mereka di hadapan pengadilan federal Manhattan pada Senin waktu setempat. Sidang singkat ini menjadi momen pertama pasangan tersebut muncul di ruang publik setelah penangkapan oleh pasukan Amerika Serikat di Caracas.
Keduanya memasuki ruang sidang dengan mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye yang ditutupi kaus hitam berkerah V, dipadukan dengan celana khaki dan sepatu selop. Langkah mereka terlihat tertatih saat menuju meja terdakwa di hadapan Hakim Distrik New York Alvin Hellerstein.
Selama sidang yang berlangsung sekitar 30 menit, Maduro tampak fokus mencatat di buku kecil berwarna putih. Ia mendengarkan setiap penjelasan hakim melalui headphone dengan bantuan penerjemah bahasa Spanyol.
Hakim Hellerstein menjelaskan secara rinci aturan pembuktian serta hak-hak hukum yang dimiliki oleh terdakwa dalam sistem peradilan Amerika Serikat. Maduro terlihat bersandar pada siku dan menekuk jari-jarinya, menunjukkan sikap serius dan penuh konsentrasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketika diminta memperkenalkan diri, Maduro berdiri tegak dan berbicara dengan lantang dalam bahasa Spanyol. Ia menyebut dirinya sebagai presiden Venezuela dan menegaskan statusnya sebagai tawanan perang.
"Saya tidak bersalah. Saya bukan orang yang bersalah. Saya orang baik,” ujar Maduro di hadapan hakim. “Saya tidak bersalah atas apa pun yang disebutkan di sini," lanjutnya dengan nada percaya diri.
Cilia Flores, yang memperkenalkan diri sebagai ibu negara Venezuela, juga menyampaikan pernyataan pembelaan. Ia menyatakan bahwa dirinya sama sekali tidak terlibat dalam tuduhan yang diarahkan kepadanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tidak bersalah dan sama sekali tidak berdosa," kata Flores melalui penerjemah di ruang sidang. Pernyataan itu disampaikan dengan singkat namun tegas di hadapan majelis hakim.
Pasangan ini dihadapkan ke pengadilan hanya dua hari setelah penangkapan mereka dalam operasi militer Amerika Serikat di Venezuela. Operasi tersebut disebut sebagai puncak tekanan politik dan militer Presiden AS Donald Trump untuk menjatuhkan pemerintahan Maduro.
Setelah ditangkap, Maduro diborgol dan diterbangkan ke Amerika Serikat oleh aparat penegak hukum federal. Ia kini ditahan di Metropolitan Detention Center, Brooklyn, sambil menunggu proses hukum lanjutan yang diperkirakan berlangsung panjang.
Kuasa hukum Flores mengungkapkan kliennya mengalami cedera serius saat penangkapan berlangsung. Ia menyebut adanya memar parah dan dugaan patah tulang yang masih membutuhkan pemeriksaan medis lanjutan.
Kasus ini menjadi sorotan internasional karena melibatkan kepala negara yang ditangkap secara paksa dan diadili di luar wilayah negaranya. Proses hukum terhadap Maduro dan Flores diperkirakan akan memicu perdebatan panjang terkait kedaulatan negara, hukum internasional, dan yurisdiksi Amerika Serikat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!