Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cerita Warga Venezuela Kabur dari Ngerinya Rezim Maduro: Kami Hanya Ingin Hidup

📅 Kamis, 08 Jan 2026, 20:05 WIB | Oleh:
Cerita Warga Venezuela Kabur dari Ngerinya Rezim Maduro: Kami Hanya Ingin Hidup Doc: X

JAKARTA - Sebuah kesaksian emosional dari warga Venezuela mendadak menghebohkan perdebatan politik di Amerika Serikat. Dengan nada tegas dan penuh luka, wanita yang mengaku warga Venezuela tersebut menyampaikan pesan keras kepada sebagian kalangan Demokrat yang masih menunjukkan simpati terhadap rezim Nicolas Maduro. 

Pesan tersebut bukan sekadar opini politik, melainkan jeritan hidup dari seseorang yang pernah merasakan langsung kehancuran akibat sistem yang kerap dibela dari kejauhan.

Menurut wanita tersebut, seseorang yang lahir dan besar di Amerika Serikat, yang tak pernah mencicipi pahitnya hidup di bawah sosialisme ekstrem, tidak akan benar-benar memahami apa yang sedang terjadi di Venezuela. 

Gelar akademik setinggi apa pun, katanya, tidak cukup untuk menggantikan pengalaman nyata ketika kelaparan, ketakutan, dan kehilangan menjadi rutinitas harian. 

“Kalau tidak pernah merasakannya di kulit sendiri, kalian tak akan pernah mengerti,” tegas wanita tersebut. 

Ia juga menilai sangat tidak pantas ketika orang luar, yang hidup aman dan berkecukupan menggurui warga Venezuela tentang bagaimana seharusnya mereka bereaksi terhadap kejatuhan kekuasaan Maduro. 

Bagi mereka yang kehilangan keluarga, sahabat, bahkan masa depan akibat kebijakan rezim, dukungan terhadap Maduro terasa seperti penghinaan terhadap para korban yang telah gugur.

Kesaksiannya semakin menggugah saat ia menceritakan detik-detik meninggalkan tanah kelahirannya. Ia pergi tanpa harta, hanya dengan pakaian di badan, sisa popok, dan sedikit susu. Dalam kondisi terdesak seperti itu, ia menolak anggapan bahwa kejatuhan rezim bukan alasan untuk dirayakan. 

“Jangan pernah berani mengatakan itu bukan alasan untuk bersyukur,” ucapnya penuh emosi.

Setibanya di Amerika Serikat, ia mengaku sempat menangis karena hal-hal sederhana yang selama ini dianggap remeh. Bahkan membuka keran air pun ia tak tahu caranya. 

Ketika pertama kali masuk ke Walmart dan melihat rak-rak penuh makanan, ia tertegun tak percaya. Bagi dirinya, kelimpahan itu seperti mimpi, kontras tajam dengan realitas kelaparan yang ditinggalkannya.

“Realitas kami berbeda. Kami hanya ingin hidup,” lanjutnya. 

Ia menegaskan warga Amerika memiliki segalanya, jauh lebih banyak dari yang mereka sadari. Karena itu, ia berharap masyarakat AS bisa lebih mencintai dan menghargai negaranya sendiri, termasuk kebebasan yang dinikmati setiap hari.

Sebagai penutup, ia melontarkan pernyataan, jika harus mempertaruhkan nyawanya demi Amerika, ia bersedia. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
Luar Negeri
Belarus Cemas Jumlah Latiha...
Luar Negeri
Insiden Maut Chiang Rai: Te...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.