Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sabalenka Siap Absen di Sejumlah Turnamen Tahun 2026 Demi Kesehatan

📅 Jumat, 09 Jan 2026, 06:32 WIB | Oleh:
Sabalenka Siap Absen di Sejumlah Turnamen Tahun 2026 Demi Kesehatan Doc: AFP
Ket. Petenis wanita peringkat satu dunia, Aryna Sabalenka.

BRISBANE - Petenis putri peringkat satu dunia, Aryna Sabalenka, menegaskan kesiapannya kembali melewatkan sejumlah turnamen pada musim 2026 demi menjaga kondisi fisiknya. Meski demikian dia sadar langkah tersebut berpotensi berujung sanksi dari WTA Tour. Menurut Sabalenka, kalender kompetisi yang ia sebut “gila” sudah terlalu membebani para pemain.

Di bawah regulasi WTA, petenis papan atas diwajibkan tampil di empat turnamen Grand Slam, 10 ajang WTA 1000, serta enam turnamen WTA 500. Pelanggaran atas kewajiban itu dapat berujung pengurangan poin peringkat hingga denda finansial.

Pada musim 2025, Sabalenka hanya tampil di tiga turnamen WTA 500, yakni Brisbane, Stuttgart, dan Berlin. Akibatnya, ia menjadi salah satu dari sejumlah pemain peringkat atas, termasuk petenis nomor dua dunia Iga Swiatek, yang terkena pengurangan poin peringkat.

Ketika ditanya apakah ia akan mengubah rencananya untuk tahun 2026, juara Grand Slam empat kali itu menegaskan tidak. “Musim kompetisi jelas sangat gila, dan itu tidak baik untuk kami semua. Anda bisa melihat begitu banyak pemain yang cedera,” ujar Sabalenka.

Usai mengalahkan Sorana Cirstea di Brisbane International, petenis asal Belarus tersebut mengakui aturan turnamen wajib memang rumit. Namun, ia menilai keselamatan tubuh tetap harus menjadi prioritas. “Saya tetap akan melewatkan beberapa turnamen demi melindungi tubuh, karena musim lalu saya benar-benar kesulitan,” ujarnya.

Sabalenka mengungkapkan, meski hasilnya konsisten, ia kerap tampil dalam kondisi sakit atau kelelahan akibat jadwal yang terlalu padat. “Musim ini kami akan mencoba mengelolanya sedikit lebih baik, meskipun pada akhirnya mereka mungkin akan mendenda saya,” ujarnya.

Ia juga melontarkan kritik keras terhadap kebijakan WTA terkait turnamen wajib, khususnya WTA 1000. “Anda tidak bisa begitu saja melewatkan turnamen 1000. Ini sangat rumit, dan menurut saya apa yang mereka lakukan itu gila. Saya rasa mereka lebih mengikuti kepentingan mereka sendiri, bukan fokus melindungi kami sebagai pemain,” tegas Sabalenka.

Kritik terhadap kalender kompetisi berdurasi hampir 11 bulan tidak hanya datang dari sektor putri, tetapi juga dari tur putra. Sorotan kembali menguat menjelang akhir musim lalu, terutama selama rangkaian turnamen Asia, ketika jumlah pemain cedera meningkat tajam.

Pada September lalu, WTA menyatakan kepada Reuters bahwa kesejahteraan atlet merupakan prioritas utama. Federasi tersebut mengklaim telah mendengarkan masukan terkait kalender kompetisi, baik melalui dewan pemain maupun perwakilan di dewan WTA, guna memperbaiki struktur tur pada 2024 sekaligus meningkatkan kompensasi bagi atlet.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Harga Emas Ngulet Rp18.000

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Harga Emas Ngulet Rp18.000
Megapolitan
Disdik DKI: SPMB di Jakarta...
Olahraga
Folarin Balogun
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gunung Lawu Mulai Didatangi Ratusan Pendaki untuk Berziarah dan Sambut Malam 1 Suro

Gunung Lawu Mulai Didatangi Ratusan Pendaki untuk Berziarah dan Sambut Malam 1 Suro

15 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Pemerintah Diminta Mitigasi Dampak BBM
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.