Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok Melarang Ekspor Produk untuk Kelengkapan Militer ke Jepang

📅 Selasa, 06 Jan 2026, 20:15 WIB | Oleh:
Tiongkok Melarang Ekspor Produk untuk Kelengkapan Militer ke Jepang Doc: Antara
Ket. Presiden Tiongkok Xi Jinping.

BEIJING - Kementerian Perdagangan Tiongkok pada hari Selasa (6/1), mengeluarkan larangan ekspor produk-produk dwiguna ke Jepang yang dapat digunakan untuk tujuan militer, langkah terbaru Beijing sebagai reaksi terhadap pernyataan perdana menteri Jepang baru-baru ini tentang Taiwan.

Barang dwiguna adalah barang, perangkat lunak, atau teknologi yang memiliki aplikasi sipil dan militer, termasuk unsur tanah jarang tertentu yang penting untuk pembuatan drone dan chip.

Ekspor barang-barang tersebut kepada pengguna militer atau untuk tujuan apa pun yang berkontribusi pada kekuatan militer Jepang dilarang, kata pernyataan itu, menambahkan bahwa organisasi atau individu dari negara atau wilayah mana pun yang melanggar larangan tersebut akan dimintai pertanggungjawaban secara hukum

Sejak Perdana Menteri Sanae Takaichi mengatakan bahwa serangan Tiongkok terhadap pulau Taiwan yang diperintah secara demokratis dapat dianggap sebagai ancaman eksistensial bagi Jepang , hubungan antara Beijing dan Tokyo memburuk. Beijing mengatakan pernyataan tersebut "provokatif." Tiongkok menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, klaim yang ditolak oleh Taipei.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok kemudian mempertanyakan motif Jepang terkait Taiwan, dengan mengatakan bahwa "provokasi" tersebut bisa jadi dalih untuk membangun kekuatan militer dan misi luar negerinya.

Pada akhir Desember, kabinet Jepang menyetujui paket pengeluaran rekor untuk tahun fiskal yang dimulai pada bulan April, termasuk peningkatan 3,8 persen dalam anggaran militer tahunan menjadi 9 triliun yen (57,7 miliar dolar AS).

Dalam sebuah komentar pada bulan Desember, kantor berita Xinhua milik pemerintah Tiongkok mengatakan bahwa beberapa tahun terakhir ini "mengkhawatirkan" karena Jepang telah "secara drastis" menyesuaikan kebijakan keamanannya, meningkatkan pengeluaran pertahanannya dari tahun ke tahun, melonggarkan pembatasan ekspor senjata, berupaya mengembangkan senjata ofensif, dan berencana untuk meninggalkan tiga prinsip non- nuklirnya

Tiongkok pernah membatasi ekspor logam tanah jarang ke Jepang selama perselisihan diplomatik sebelumnya lebih dari satu dekade lalu. Sejauh ini, data bea cukai Tiongkok belum menunjukkan tanda-tanda penurunan ekspor logam tanah jarang ke Jepang , meskipun data tersebut dirilis dengan sedikit keterlambatan. Pada bulan November, bulan terakhir yang datanya tersedia, ekspor tumbuh 35 persen menjadi 305 metrik ton, angka tertinggi tahun lalu. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.