Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Langit dan Bumi Berikan Isyarat Alam, Jadikan Itu Sebagai Dasar Membangun Ketahanan Bersama

📅 Senin, 05 Jan 2026, 18:17 WIB | Oleh:

Awal 2026 membawa narasi baru. Tren hujan lebat memang melandai akibat melemahnya sejumlah faktor iklim global. Indeks Indian Ocean Dipole bergerak menuju netral, La Nina berada pada fase lemah, dan Madden Julian Oscillation tidak aktif.

Namun, penurunan ini tidak serta-merta berarti cuaca menjadi jinak. Justru hujan cenderung bersifat lokal, turun tidak merata, dan kerap disertai petir. Dalam konteks kebencanaan, pola seperti ini sering kali lebih berbahaya karena sulit diprediksi oleh masyarakat awam.

Kondisi tersebut diperparah oleh karakter NTB sebagai provinsi kepulauan. Sebanyak seperempat desa dan kelurahan berbatasan langsung dengan laut. Ketika hujan, pasang maksimum, dan dinamika atmosfer bertemu, banjir rob menjadi ancaman nyata.

Fenomena supermoon dan fase bulan baru pada akhir 2025 telah memberi gambaran jelas bagaimana air laut dapat naik hingga mendekati dua meter dan menggenangi kawasan pesisir.

Isyarat ini tidak hilang di 2026, karena siklus astronomi dan iklim akan terus berulang.

Kewaspadaan

Data gempa, petir, dan hujan ekstrem seharusnya tidak berhenti sebagai laporan tahunan. Ia mesti diterjemahkan menjadi kebijakan, perilaku, dan budaya waspada.

Di sinilah tantangan terbesar NTB. Kewaspadaan sering kali meningkat hanya setelah bencana besar terjadi, lalu perlahan mengendur seiring waktu. Padahal, bencana di NTB lebih sering hadir dalam bentuk kecil, berulang, dan akumulatif.

Pada level masyarakat, pemahaman mitigasi masih perlu diperluas. Gempa kecil yang sering dirasakan seharusnya melatih refleks aman, bukan menumbuhkan sikap abai.

Petir yang kerap menyambar harus dipahami sebagai alasan menunda aktivitas tertentu, bukan dianggap biasa. Hujan yang turun singkat namun deras perlu diantisipasi dengan kesiapan drainase lingkungan dan kebiasaan tidak menyumbat aliran air.

Pada level kebijakan, data BMKG tentang seismisitas dan cuaca ekstrem perlu diintegrasikan lebih kuat ke dalam perencanaan pembangunan. Tata ruang kawasan pesisir, standar bangunan tahan gempa, hingga pengelolaan daerah aliran sungai harus menjadikan risiko sebagai variabel utama, bukan pelengkap.

NTB memiliki keunggulan berupa sistem peringatan dini yang semakin baik dan jejaring informasi yang luas. Tantangannya adalah memastikan informasi itu dipahami, dipercaya, dan direspons tepat waktu oleh masyarakat.

Aspek lain yang tak kalah penting adalah koordinasi lintas sektor. Bencana hidrometeorologi dan geologi tidak mengenal batas administrasi. Ketika hujan lebat mengguyur hulu dan pasang laut naik di hilir, dampaknya bisa menjalar cepat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Omon2 doang ojol mkn terpuruk dgn pemotongan ? ...
    semuanya TDK ada otak, bahasa 92 % berbulan ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Advertisement
gaia musik festival
Gempa Dahsyat M7,7 di Flores NTT Memicu Evakuasi Massal

Gempa Dahsyat M7,7 di Flores NTT Memicu Evakuasi Massal

15 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.