MotoGP Misano Jadi Panggung Penentuan
📅 Jumat, 12 Sep 2025, 07:32 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: Josep LAGO / AFP
SAN MARINO - Pembalap Ducati Marc Marquez datang ke Sirkuit Misano, San Marino, akhir pekan ini dengan status calon juara dunia MotoGP 2025. Meski kekalahan di Catalunya pekan lalu membuatnya belum bisa memastikan gelar secara matematis, keunggulan 182 poin atas adiknya, Alex Marquez, sudah cukup menegaskan dominasinya musim ini.
Ducati menyambut balapan kandang dengan semangat tinggi. Namun, muncul tanda tanya: akankah publik Italia menyambut hangat pembalap bernomor 93 itu. Sejarah menunjukkan, Misano kerap menghadirkan suasana dingin bagi Marquez akibat perseteruannya dengan Valentino Rossi. Sorakan sinis bahkan masih terdengar setelah dia berseragam Ducati, termasuk saat menang di Mugello.
Manajer tim, Davide Tardozzi, pernah menegaskan, “Kemenangan Marquez adalah kemenangan Ducati,” seolah ingin meredam tensi di tribun. Kontras dengan Andrea Dovizioso yang dielu-elukan dengan julukan “Desmo Dovi,” Marquez hadir sebagai penguasa baru. Kejayaan Ducati sempat berlanjut lewat Francesco Bagnaia dengan gelar 2022 dan 2023, lalu Jorge Martin tahun lalu.
Kini, giliran Marquez yang mendominasi. Bagnaia tertinggal 250 poin, Fabio di Giannantonio defisit 326 angka. Nyaris mustahil ada yang mampu mengganggu. Bagi Marquez, cemooh publik justru jadi motivasi. Ia sudah empat kali menang di kelas utama Misano. “Akhir pekan ini saya dedikasikan untuk semua penggemar Ducati. Trek ini jauh lebih cocok untuk gaya balap saya dibanding Barcelona. Saya tak sabar segera turun ke lintasan,” ujarnya.
Meski demikian, kans mengunci gelar lebih besar diperkirakan terjadi di Motegi, Jepang, markas lama Honda yang dulu membesarkan namanya. Namun, Misano tetap diproyeksikan sebagai pesta besar Ducati bersama juara barunya. Persaingan lain pun menarik disimak. Alex Marquez datang dengan kepercayaan diri usai menang di Barcelona, kemenangan keduanya musim ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski kecil peluangnya mengejar sang kakak, balapan kandang untuk tim Gresini membuatnya tak bisa diremehkan. Francesco Bagnaia juga ingin bangkit setelah tampil heroik di Catalunya, melesat dari posisi 21 ke finis ketujuh. Marco Bezzecchi sempat memberi tekanan, tapi gagal finis membuat selisih kembali melebar. ben/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!